Logam Mulia Menguat Ditopang Ketegangan Geopolitik AS-Iran dan Ketidakpastian Tarif

Logam Mulia Menguat Ditopang Ketegangan Geopolitik AS-Iran dan Ketidakpastian Tarif

trading sekarang

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat, seiring upaya perundingan yang berlangsung di Jenewa. Pasar logam mulia cenderung menguat saat risiko geopolitik membesar, karena investor mencari aset yang lebih aman. Pada perdagangan Asia pagi ini, XAU/USD sedikit menguat dengan kisaran sekitar 5.165 per ons, menandakan minat terhadap perlindungan nilai. Rantai risiko geopolitik menjadi pendorong utama pergerakan harga meski momentum teknikal belum menunjukkan ledakan kenaikan.

Perundingan antara kedua negara menambah volatilitas di pasar uang dan komoditas. Sinyal-sinyal terkait kebijakan perdagangan—termasuk potensi perubahan tarif hingga 15 persen atau lebih—beredar setelah keputusan pengadilan tertinggi AS. Ketidakpastian kebijakan tersebut membuat logam mulia tetap atraktif sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan terhadap dinamika dolar yang bisa berubah tajam.

Para analis menilai bahwa eskalasi lebih lanjut bisa menjaga permintaan safe-haven tetap relevan dalam jangka pendek. Pelaku pasar memantau perkembangan seputar PPI AS yang dinanti untuk Januari sebagai petunjuk arah suku bunga. Jika tensi geopolitik dan tekanan inflasi tidak mereda, logam mulia dipandang masih memiliki ruang untuk bergerak secara bertahap, meski tanpa lompatan besar.

Faktor kebijakan perdagangan AS menjadi fokus utama bagi volatilitas pasar. Putusan hak pengadilan tertinggi dapat mengubah ritme tarif global, memicu kekhawatiran biaya impor bagi pelaku usaha dan investor. Dalam konteks ini, logam mulia sering dipandang sebagai alternatif perlindungan terhadap risiko kebijakan fiskal dan nilai tukar yang volatile.

Beberapa analis menyoroti potensi respons mitra dagang terhadap perubahan tarif, yang bisa memperburuk suasana risiko di pasar. Dalam situasi seperti itu, arus modal ke logam mulia cenderung meningkat karena investor ingin menjaga nilai investasi dari ketidakpastian kebijakan jangka pendek.

Data PPI Januari yang akan dirilis pada hari Jumat diperkirakan menunjukkan peningkatan sekitar 2,6 persen secara tahunan, dengan core PPI sekitar 3,0 persen. Angka inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi bisa menguatkan dolar AS dan menekan harga logam mulia yang dihargakan dalam USD. Pasar akan mencari panduan dari angka tersebut untuk menilai jalur kebijakan moneter ke depan.

Harga saat ini disebut sekitar 5.165, mencerminkan dinamika permintaan terhadap logam mulia di tengah ketegangan geopolitik. Investor cenderung mempertimbangkan peluang posisi yang menjaga nilai terhadap risiko makro, meski arah jangka pendek masih sulit dipastikan.

Rencana pertemuan jenewa lanjutan antara AS dan mitra utama serta kemungkinan revisi kebijakan tarif menambah lapisan ketidakpastian. Dalam suasana seperti ini, pelaku pasar disarankan meninjau skenario risiko dan menilai potensi target harga dalam kerangka waktu pendek maupun menengah dengan mempertimbangkan risiko dan imbalan.

Keterangan: artikel ini bersifat analitis; sinyal trading tidak diambil karena data pendukung untuk tingkat konfirmasi masih kurang. Preferensi alokasi risiko disesuaikan dengan prinsip rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5, dan trader disarankan menunggu konfirmasi teknikal maupun fundamental sebelum mengambil posisi baru.

broker terbaik indonesia