MTPS Jual Aset Rp92,5 Miliar untuk Perkuat Likuiditas dan Dukung Ekspansi EPC

MTPS Jual Aset Rp92,5 Miliar untuk Perkuat Likuiditas dan Dukung Ekspansi EPC

trading sekarang

Langkah berani dan terukur menandai arah baru MTPS: perusahaan ini menggelontorkan aset non-inti senilai Rp92,5 miliar untuk mengatasi kendala pada proyek EPC. Kebijakan ini diharapkan mengubah dinamika likuiditas dan memperkuat posisi keuangan di tengah persaingan industri. Cetro Trading Insight mencatat momentum ini sebagai sinyal fundamental yang patut diwaspadai investor yang peduli arus kas dan solvabilitas.

Penjualan meliputi tanah dan bangunan seluas 4.802 meter persegi yang berlokasi di Jakarta Timur, sebuah lokasi strategis bagi MTPS. Upaya ini bukan sekadar aksi pelepasan aset, melainkan bagian dari restrukturisasi kepemilikan untuk memfokuskan sumber daya pada lini bisnis inti. Manajemen menegaskan bahwa langkah ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi portofolio sambil menjaga nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Pelepasan aset dilakukan karena MTPS menghadapi kendala dalam proyek EPC sehingga perlu melakukan efisiensi melalui restrukturisasi. Upaya ini diharapkan mempercepat aliran kas dan memperkuat neraca untuk menghadapi tantangan operasional di masa mendatang. Secara keseluruhan, langkah ini mencerminkan komitmen perseroan pada pengelolaan aset yang lebih terfokus dan daya saing yang lebih tinggi.

Dana hasil penjualan dialokasikan untuk melunasi utang bank di CCBI sebesar Rp30,65 miliar, sehingga MTPS berupaya menurunkan beban finansial dan memperbaiki rasio likuiditasnya. Langkah ini menjadi langkah kebijakan finansial yang dapat menambah fleksibilitas bagi operasional perusahaan. Cetro Trading Insight melihat pergeseran arus kas ini sebagai elemen penting dalam menjaga stabilitas keuangan jangka menengah.

Sisa dana dari transaksi akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja, memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo, serta mendukung pengembangan usaha melalui tender baru dan diversifikasi sektor bisnis. Investasi dan ekspansi yang berfokus untuk meningkatkan daya saing di pasar konstruksi menjadi peluang bagi MTPS untuk mengejar peluang proyek baru. Hal ini juga diharapkan memperkuat kredibilitas kreditor dan investor terhadap rencana masa depan perusahaan.

Rencana transaksi akan diajukan kepada pemegang saham untuk persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 April 2026.

RUPSLB pada 2 April 2026 akan menjadi momen kunci bagi MTPS. Persetujuan pemegang saham diperlukan untuk melanjutkan rencana restrukturisasi dan penggunaan dana hasil transaksi, yang berpotensi mengubah struktur modal perseroan. Dalam konteks ini, pilihan strategi keuangan MTPS akan menjadi faktor penentu arah kinerja di kuartal-kuartal mendatang.

Dari sisi operasional, langkah ini berpotensi memperkuat arus kas, meningkatkan fleksibilitas dalam tender, dan memperluas diversifikasi sektor, sehingga daya saing MTPS di pasar EPC dan konstruksi bisa meningkat. Namun, eksekusi proyek, perubahan kondisi pasar, dan kepatuhan terhadap jadwal tender tetap menjadi risiko yang perlu diawasi secara cermat. Investor sebaiknya menilai reliabilitas manajemen dan kepastian pelaksanaan rencana dalam beberapa kuartal ke depan.

Secara keseluruhan, analisa ini mencerminkan kebijakan fundamental yang patut diperhatikan oleh pasar. Berdasarkan konteks ini, MTPS memiliki peluang untuk memperbaiki likuiditas dan rencana ekspansi bila implementasi dilakukan sesuai jalur yang direncanakan. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan selanjutnya untuk memberikan pembaruan yang akurat bagi pembaca.

broker terbaik indonesia