Dolar AS tertekan akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi di Gedung Putih dan dinamika tarif yang mendorong inflasi. IMF menyoroti bahwa inflasi yang dipicu tarif bisa memicu perubahan kebijakan suku bunga, dengan peluang menuju kisaran 3.25%-3.50% demi menjaga lapangan pekerjaan penuh. Pasar juga menilai bagaimana respons fiskal AS akan menyeimbangkan arus modal dan volatilitas dolar dalam beberapa bulan mendatang.
NZD/USD terlihat menguat untuk hari ketiga berturut-turut, diperdagangkan sekitar 0.6000 pada jam Asia. Pergerakan ini dimanfaatkan oleh tekanan USD yang masih berlangsung akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi AS. Di saat yang sama, pelaku pasar menilai bahwa dinamika tarif dan inflasi bisa memengaruhi arah kebijakan moneter serta aliran modal global.
Meski sentimen cenderung positif, ada risiko terkait utang publik AS yang memerlukan tindakan fiskal tegas, sebagaimana disarankan oleh Georgieva. Bank sentral Selandia Baru juga dihadapkan pada jalur inflasi menuju target 2%, yang bisa memengaruhi keputusan suku bunga di masa mendatang. Dengan konteks tersebut, fokus pasar tetap pada bagaimana data global dan kebijakan AS membentuk volatilitas pasangan NZD/USD.
Indeks ANZ Business Confidence turun menjadi 59.2 pada Februari, menandai level terendah sejak Oktober meski tetap berada di wilayah positif. ANZ Activity Outlook naik tipis menjadi 52.6, menunjukkan momentum tertentu dalam aktivitas bisnis. Sisi inflasi juga terlihat menguat dengan ekspektasi inflasi melonjak menjadi 2.93%, level tertinggi sejak April 2024.
Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Anna Breman, menyatakan bahwa jalur menuju target inflasi 2% belum mulus. Ia menegaskan bahwa inflasi diperkirakan kembali ke jalur target pada kuartal pertama tahun ini meskipun jalurnya tidak seragam. Langkah ini menandakan kehati-hatian kebijakan moneter domestik di tengah dinamika global.
Kondisi ini memperkuat gambaran bahwa harga kiwi tetap sensitif terhadap data ekonomi dan perubahan kebijakan bank sentral. Pasar akan menilai setiap rilisan data berikutnya untuk menilai arah suku bunga di NZ. Dalam konteks ini, trader forex mengamati peluang di pasangan NZD/USD dengan hati-hati.
Pergerakan harga NZD/USD menunjukkan bias bullish sejalan dolar AS yang lemah. Pasangan ini telah menguat menuju sekitar 0.6000 dan berpeluang menembus level resistance berikutnya jika tekanan terhadap USD berlanjut. Analisis pasar juga menunjukkan bahwa tiga hari kenaikan berurutan mencerminkan dukungan dari berita kebijakan dan sentimen likuiditas global.
Rencana perdagangan: open 0.6000, stop loss 0.5960, take profit 0.6060, sehingga rasio risiko-imbalan mencapai 1:1.5. Skenario ini mengasumsikan USD tetap rapuh dan data ekonomi NZ relatif kuat dibandingkan AS, memberikan peluang bagi kenaikan pasangan.
Analisis ini bersifat fundamental dan disusun untuk pembaca Cetro Trading Insight. Jika dinamika kebijakan fiskal AS berubah atau data ekonomi global berubah, rekomendasi bisa berubah. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.