NZD/USD Menguat Didukung Kepercayaan NZIER; Fokus CPI AS dan Kebijakan The Fed

NZD/USD Menguat Didukung Kepercayaan NZIER; Fokus CPI AS dan Kebijakan The Fed

\n

Dukungan Domestik dan Reaksi Pasar NZD

\n

NZD/USD menguat seiring lonjakan kepercayaan bisnis domestik yang dirilis NZIER, menunjukkan bahwa sentimen pemulihan ekonomi kembali mendapatkan traksi. Angka tersebut mencapai 48 persen pada kuartal IV 2025, tertinggi sejak Maret 2014, menggambarkan perbaikan yang luas. Christina Leung, ekonom utama NZIER, menegaskan bahwa kebijakan suku bunga yang lebih rendah akhirnya memberi dampak positif pada aktivitas ekonomi.

\n

Perbaikan sentimen ini terlihat meluas ke beragam sektor dan wilayah, menandakan dinamika reform yang menyeluruh di perekonomian negara. Para pelaku pasar menafsirkan data ini sebagai dukungan bagi langkah kebijakan yang lebih lunak guna menopang pertumbuhan. Meskipun demikian, para analis menekankan bahwa faktor domestik tidak berdiri sendiri dan risiko eksternal tetap perlu dicermati.

\n

Dalam grafik perdagangan, NZD/USD menunjukkan momentum positif selama dua sesi berturut-turut dan diperdagangkan sekitar 0.5780 pada sesi Asia. Pergerakan ini masih berada di tengah ketidakpastian karena pedagang menantikan data CPI AS Desember yang akan dirilis, memberi petunjuk mengenai jalur kebijakan The Fed. Secara umum, letupan sentimen ini menjadi tanda bahwa langkah penyesuaian kebijakan bisa berjalan seiring dengan perbaikan data ekonomi global.

\n\n

Dinamika USD, CPI dan Jalur Kebijakan Fed

\n

Pasangan ini berada di bawah sorotan ketika pasar menantikan rilis Indeks Harga Konsumen Desember AS. Data inflasi tersebut dapat memandu respons The Fed dan mengarahkan arah NZDUSD sesuai kejutan pada angka CPI. Ketika CPI menunjukkan kejutan inflasi yang lebih rendah atau lebih tinggi, volatilitas di pasangan ini bisa meningkat.

\n

Pasar masih memproyeksikan adanya dua pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun ini, dimulai mendekati Juni, meskipun kejutan inflasi yang positif berpotensi membatasi ruang pelonggaran. Di sisi lain, beberapa faktor eksternal tetap menambah dinamika pasar, membuat pergerakan kurs lebih beragam daripada sebelumnya.

\n

Instrumen berjangka FedWatch dari CME Group menunjukkan peluang sekitar 95 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Januari. Namun kekhawatiran terkait independensi bank sentral muncul karena berita bahwa jaksa federal mempertimbangkan tindakan terhadap Ketua The Fed, Powell, terkait kesaksian di kongres. Investor juga menanti putusan Mahkamah Agung AS mengenai legalitas kebijakan tarif yang diusulkan, yang diperkirakan akan dirilis pada hari Rabu.

\n\n

Risiko Politik dan Indikator Eksternal

\n

Di tengah fokus pada pola inflasi, beberapa faktor politik menambah risiko terhadap arus modal global. Keputusan Mahkamah Agung AS terkait kebijakan tarif dapat mempengaruhi persepsi risiko dan aliran dana lintas pasar, sehingga implikasinya terasa pada nilai tukar utama termasuk NZDUSD. Ketidakpastian politik sering kali mengubah betapa agresif bank sentral menilai tekanan inflasi dan pertumbuhan.

\n

Selain itu, dinamika kebijakan fiskal, perubahan pada komposisi portofolio investor, dan komentar pejabat bank sentral berperan dalam membentuk likuiditas pasar. Para pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan rilis data ekonomi utama dan komentar kebijakan yang dapat mengubah jalur suku bunga.

\n

Dalam konteks pasar yang volatil, disarankan untuk mengelola risiko secara hati-hati dengan menghitung ukuran posisi dan menyiapkan stop loss yang sesuai. Pergerakan NZDUSD tetap rentan terhadap panduan data ekonomi dan faktor geopolitik yang dapat mengubah arah aliran modal secara cepat.

\n\n

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image