Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS pasca State of the Union mendorong dolar AS melemah, memberi ruang bagi NZD untuk mendekati 0.6000. RBNZ mempertahankan OCR di 2.25% pada pertemuan terakhir dan gubernurnya menekankan bahwa kenaikan lebih lanjut tidak segera terjadi. Pasar menilai peluang kenaikan pada September turun menjadi sekitar 40%, menciptakan ruang bagi kiwi untuk menguat jika data domestik mendukung.
Data ritel Q4 yang kuat menunjukkan momentum ekonomi Selandia Baru melalui akhir 2025, meski kebijakan AS tetap menjadi faktor penggerak utama. Kebijakan jangka pendek Federal Reserve dan retorika tarif Trump menambah ketidakpastian global, meskipun tekanan dolar relatif terukur. Sinyal pasar saat ini menilai jalur kenaikan RBNZ lebih lambat daripada harga pasar sebelumnya, menambah kehati-hatian bagi kiwi.
Perbedaan kebijakan antara RBNZ dan RBA memperlihatkan dinamika yang jelas, dengan RBA menaikkan suku bunga ke 3.85% lebih dulu. Ketatnya kebijakan AS dan kekuatan data domestik NZ memberikan sentimen positif bagi kiwi, meskipun batas atasnya dibatasi oleh sinyal kebijakan RBNZ. Pasar menimbang bahwa jalur kenaikan lebih bergantung pada data ekonomi daripada proyeksi awal, menjaga kiwi dalam kisaran yang rentan terhadap data baru.
Secara teknis, NZD/USD tetap berada di tren naik sejak awal Januari dan berada di atas Moving Average 50-hari yang naik sekitar 0.5920. Stochastic Oscillator bergerak menuju zona oversold terbatas, menandakan momentum jangka pendek bisa melambat tanpa perubahan arah besar. Kenaikan di atas 0.6050 akan menjadi sinyal pembeli terkonfirmasi dan membuka potensi menuju target sekitar 0.6100.
Support terdekat berada di sekitar 0.5940 dan 0.5920; jika harga turun kembali, fokus terletak pada bagaimana harga menahan level tersebut. Reaksi harga di atas 0.6000 memberi peluang untuk melanjutkan ke level 0.6120, mendekati high tahun ini. Penutupan di bawah 0.6000 bisa mengubah bias jangka pendek ke sisi bawah dan mengarahkan fokus ke 0.5940 sebagai zona penyangga.
Secara keseluruhan, pergerakan dolar yang melemah mendukung kiwi, sementara perbandingan kebijakan bank sentral Asia-Oceania membatasi rencana kenaikan lebih lanjut. Jika level 0.6050 ditembus, minat beli berpeluang menguat menuju 0.6100–0.6120. Namun jika harga gagal menembus 0.6000, perhatian pasar beralih ke area 0.5940 dan EMA 50-hari sebagai kerangka penyangga.
Rencana trading yang disarankan adalah posisi long NZDUSD dengan entry sekitar 0.6000, memanfaatkan momentum dari dolar yang melemah dan peluang teknikal di atas 0.6050. Sesuai analisis, target profit (tp) ditetapkan di 0.6120 untuk mencapai rasio risiko/imbalan sekitar 2:1. Stop loss ditempatkan di 0.5940 untuk menjaga risiko sekitar 60 pips.
Manajemen risiko tetap penting; gunakan ukuran posisi yang sesuai dengan modal dan sesuaikan stop jika ada perubahan volatilitas. Sinyal ini mengandalkan kondisi teknikal dan dukungan kebijakan, sehingga rilis data ekonomi atau berita kebijakan dapat mengubah kerangka perdagangan. Selalu siap dengan skenario keluar jika harga bergerak melawan posisi secara signifikan.
Jika harga tidak menembus level 0.6050, strategi bisa diadaptasi dengan memperpanjang evaluasi hingga 0.6000 sebagai level penyangga, atau mempertahankan posisi hingga terbentuk sinyal lain. Pasar FX menyeimbangkan antara faktor fundamental dan reaksi teknis, sehingga perlu mengikuti berita terbaru tentang kebijakan RBNZ, Fed, dan dinamika perdagangan global. Pihak trader disarankan untuk meninjau ulang rencana secara berkala seiring perubahan situasi.