PBOC Pertimbangkan Pivot Overnight Repo Rate untuk Sinkronisasi Kebijakan dengan Fed

PBOC Pertimbangkan Pivot Overnight Repo Rate untuk Sinkronisasi Kebijakan dengan Fed

trading sekarang

Analisis terbaru menyoroti spekulasi bahwa People’s Bank of China (PBOC) dapat menggeser fokus kebijakannya menuju overnight repo rate sebagai alat kebijakan utama. Langkah semacam itu akan menandai penyelarasan kerangka operasional dengan Federal Reserve dan kebijakan tingkat pendek yang relevan bagi pasar global. Pembahasan ini didorong oleh catatan bulanan PBOC yang menekankan dinamika pasar uang serta perbandingan langsung antara overnight repo rate dan 7-day reverse repo rate (7D RRP).

Para analis dari Cetro Trading Insight menilai bahwa pergeseran ini akan membangun fondasi untuk menjaga stabilitas suku bunga jangka pendek, sejalan dengan komitmen kuartalan sebelumnya. Tujuan utamanya adalah mengurangi volatilitas di pasar uang dan menonjolkan penggunaan tenor yang lebih singkat dalam penetapan kebijakan. Peralihan menuju tenor yang lebih pendek will mengubah cara operasional bank sentral berinteraksi dengan pelaku pasar dan lembaga keuangan.

Secara historis, perubahan semacam ini akan menandai evolusi besar dalam kerangka kebijakan PBOC. Pada 2024, regulator telah secara formal menetapkan 7D RRP sebagai acuan utama kebijakan, menggantikan fasilitas pembiayaan jangka menengah. Penyesuaian lebih lanjut ke overnight repo rate akan menekankan keselarasan global, terutama dengan aliran praktik di negara lain yang mengutamakan pasar likuiditas jangka pendek.

Kredit Januari tercatat kuat, mencapai sekitar CNY 4,7 triliun meskipun ada faktor musiman yang mendorong peningkatan plafon kredit. Kenaikan ini banyak dipicu oleh bank yang berupaya mengejar kuota pinjaman yang baru dialokasikan. Meski demikian, pertumbuhan pinjaman rumah dan sektor bisnis tetap melemah, menandakan permintaan kredit yang relatif kaku.

Data menunjukkan bahwa lonjakan kredit sebagian besar didorong oleh faktor musiman dan penyesuaian kuota. Bank-bank menilai perluasan kredit sebagai strategi memenuhi target kuota, meskipun minat dari rumah tangga dan perusahaan terhadap pinjaman baru tidak menanjak secara signifikan. Hal ini mencerminkan sentimen ekonomi yang agak lemah meskipun aktivitas kredit meningkat.

Para analis menekankan bahwa kebijakan jangka pendek mungkin perlu dipertimbangkan seiring dengan tanda-tanda perbaikan data meskipun hambatan permintaan tetap ada. Stabilitas risiko, aliran likuiditas, dan kepercayaan investor menjadi fokus utama ketika memperhatikan arah kebijakan ke depan. Komentar pasar berfokus pada bagaimana langkah pembuat kebijakan akan menyeimbangkan tujuan pertumbuhan dengan stabilitas harga.

Perdebatan mengenai pivot kebijakan PBOC dapat mempengaruhi ekspektasi pasar uang dan volatilitas nilai tukar. Dengan potensi pergeseran ke overnight repo rate, pelaku pasar akan menilai dampaknya terhadap biaya pembiayaan dan likuiditas jangka pendek. Sinkronisasi kebijakan dengan Fed kemungkinan meningkatkan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan China di mata global.

Di sisi bank sentral, perubahan ini akan menuntut koordinasi lebih lanjut antara operator moneter dan regulator guna menjaga stabilitas jangka pendek sambil menyeimbangkan tujuan pertumbuhan ekonomi. Sinyal pasar terkait likuiditas dan suku bunga akan menjadi barometer utama bagi para pelaku pasar uang serta pelaku pasar obligasi dan ekuitas terkait eksposur risiko mereka. Pelaku institusional akan menilai secara seksama prospek imbal hasil dan risiko likuiditas.

Terlepas dari dinamika kebijakan, artikel ini mengangkat gambaran umum tentang bagaimana kebijakan moneter China dapat bergerak menuju framework yang lebih mirip dengan standar internasional. Komentar analis menekankan pentingnya pengawasan terhadap perkembangan kredit rumah dan sektor korporasi sebagai indikator utama arah kebijakan di kuartal-kuartal mendatang. Hal itu akan membentuk jalur kebijakan di tahun-tahun mendatang.

broker terbaik indonesia