Perak Stabil Dekat USD 60: Permintaan Safe-Haven Menguat di Tengah Gejolak Timur Tengah dan Fokus ECB

Perak Stabil Dekat USD 60: Permintaan Safe-Haven Menguat di Tengah Gejolak Timur Tengah dan Fokus ECB

Signal XAG/USDBUY
Open59.350
TP63.000
SL57.500
trading sekarang

XAG/USD diperdagangkan sekitar $59.35, tidak jauh dari level $60. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan safe-haven. Menurut Cetro Trading Insight, minat terhadap logam mulia cenderung bertahan hingga ada kejelasan kebijakan global.

Rally minyak WTI ke sekitar $86.60 per barel memperkuat kekhawatiran inflasi. Para analis menilai bahwa peningkatan harga energi bisa memaksa bank sentral mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Kondisi ini secara umum menekan aset berimbal hasil rendah, namun fokus pada perlindungan nilai tetap meningkat.

Beberapa laporan menyebut embargo maritim yang diberlakukan Houthi terhadap Saudi menambah risiko pasokan energi global. Ketegangan ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi, sehingga tekanan inflasi bisa kembali muncul. Dalam konteks tersebut, perak tetap didorong oleh ketidakpastian geopolitik meskipun imbal hasil obligasi naik.

Investor menantikan keputusan kebijakan moneter ECB yang dijadwalkan pada hari Kamis. Secara umum, pasar memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah. Namun, menurut Cetro Trading Insight, komentar dari Presiden Christine Lagarde bisa memberikan petunjuk baru tentang jalur inflasi dan kebijakan ke depan.

Para pelaku pasar fokus pada bagaimana pernyataan ECB bisa memengaruhi prospek euro dan volatilitas obligasi saat ini. Meski banyak analis mengharapkan kebijakan tidak berubah, nada yang disampaikan bisa mengubah ekspektasi inflasi. Dampaknya terhadap aset defensif seperti perak bisa terlihat jelas jika kebijakan menambah tekanan terhadap imbal hasil jangka panjang.

Secara garis besar, investor menilai sinyal jangka menengah mengenai kestabilan kebijakan di tengah inflasi masih tinggi. Mereka juga menunggu komentar Lagarde untuk memahami risiko terhadap pertumbuhan global. Dengan dinamika tersebut, volatilitas pasar logam mulia tetap tinggi meski arah kebijakan cenderung flat.

banner footer