Proline Tetapkan Harga IPO Rp120 per Saham; Dana IPO Dialokasikan untuk Pelunasan Utang dan Investasi

Proline Tetapkan Harga IPO Rp120 per Saham; Dana IPO Dialokasikan untuk Pelunasan Utang dan Investasi

trading sekarang

PT Prodia Diagnostic Line Tbk, dikenal sebagai Proline, mengumumkan harga final IPO sebesar Rp120 per saham. Harga ini merupakan batas atas dari rentang book building Rp100-Rp120 per saham. Langkah ini menandai momen penting bagi perusahaan di sektor layanan laboratorium diagnostik yang tengah mengejar pertumbuhan melalui akses publik.

IPO melibatkan 522,9 juta saham, setara dengan 30 persen dari total saham yang akan dicatatkan di BEI. Nilai dana IPO yang diraih diperkirakan mencapai Rp62,75 miliar sebelum biaya emisi. Jumlah ini mencerminkan minat investor terhadap prospek bisnis Proline yang fokus pada layanan bioanalitik.

Prospektus menunjukkan alokasi penggunaan dana IPO secara rinci. Sebagai bagian dari rencana, sekitar 57 persen dialokasikan untuk pelunasan pinjaman kepada BBCA dan PNBN. Sisanya didistribusikan untuk belanja modal dan modal kerja guna memperkuat kapasitas operasional.

Menurut prospektus, sekitar Rp35,66 miliar atau 57 persen dari total dana IPO akan dialokasikan untuk pelunasan pinjaman kepada BBCA dan PNBN. Langkah ini bertujuan memperbaiki profil leverage perusahaan serta memperkuat arus kas. Di saat yang sama, perusahaan menyasar peningkatan efisiensi operasional melalui pengkinian alat dan sistem.

Alokasi belanja modal sebesar 28,92 persen mencakup pembelian mesin dan peralatan kalibrasi, kendaraan, software, serta peningkatan AHU Lab Biomolekuler. Investasi ini diharapkan memperluas kapasitas kalibrasi dan kualitas layanan. Selain itu, digitalisasi proses dan peningkatan fasilitas laboratorium menjadi fokus utama belanja modal.

Adapun sekitar 8,51 persen dari dana IPO dialokasikan untuk modal kerja. Pembiayaan ini meliputi pembelian bahan baku, biaya product development, dan biaya selling serta marketing. Penyaluran modal kerja bertujuan menjaga kelancaran operasional dan memperkuat posisi kompetitif perusahaan.

Implikasi bagi Investor dan Waktu Pencatatan

Sesuai prospektus, underwriter tunggal yang ditunjuk adalah Sucor Sekuritas AZ, yang akan menanggung seluruh penjaminan saham IPO. Peran underwriter mencakup stabilisasi harga, manajemen penawaran, dan koordinasi distribusi kepada investor institusional maupun ritel. Cetro Trading Insight menyusun analisis ini untuk pembaca awam dengan bahasa yang jelas dan berpedoman pada data resmi.

Rangkaian jadwal IPO mengikuti pola umum pasar modal Indonesia: offering pada 1–7 Juli, penjatahan dan distribusi pada 7–8 Juli, dan catatan saham pada 9 Juli. Investor perlu mengecek selama periode penawaran untuk memahami tingkat partisipasi dan likuiditas awal saham PRDL. Penempatan fokus pada sektor diagnostik kesehatan menjanjikan potensi pertumbuhan sejalan dengan permintaan layanan laboratorium.

Analisis ini menilai Proline sebagai perusahaan dengan potensi ekspansi melalui teknologi kalibrasi dan kapasitas produksi. Namun risiko keuangan, terkait likuiditas dan biaya emisi, tetap menjadi faktor yang perlu dipantau para investor. Sebagai referensi, fokus investor sebaiknya pada perkembangan operasional dan kinerja arus kas jangka menengah.

banner footer