Prospek Bisnis Kanada Stabil Meski Ekspektasi Resesi Mereda: Implikasi untuk Investasi, Perdagangan, dan Energi

Prospek Bisnis Kanada Stabil Meski Ekspektasi Resesi Mereda: Implikasi untuk Investasi, Perdagangan, dan Energi

trading sekarang

Survei Prospek Bisnis Bank of Canada menampilkan pola yang telah dikenal pasar: meski ada tekanan, suasana tetap berada di atas level terendah yang tercatat sebelumnya. Hasil kuartal terakhir 2025 menandakan bahwa ekspektasi terhadap resesi besar telah mereda, menguatkan optimisme atas stabilitas jangka pendek. Namun demikian, perusahaan masih mencatat dinamika lemah pada pertumbuhan penjualan akibat kondisi perdagangan global yang tidak sepenuhnya kondusif.

Penilaian para eksekutif menunjukkan bahwa momentum penjualan domestik dan ekspor tidak lagi dibebani oleh kekhawatiran berlebih seperti sebelumnya. Mereka memperkirakan peningkatan penjualan secara bertahap dalam beberapa kuartal mendatang, meski dampak ketegangan perdagangan dengan mitra utama tetap dirasakan. Secara keseluruhan, nada publikasi menekankan perbaikan bertahap meskipun tidak ada loncatan signifikan dalam aktivitas penjualan.

Pelaku usaha juga melaporkan bahwa kendala kapasitas tidak menjadi masalah besar dan kebutuhan tenaga kerja relatif stabil. Karena permintaan tetap lemah, mayoritas perusahaan berencana mempertahankan atau mengurangi tingkat staf saat ini. Sementara itu, niat investasi membaik sedikit namun fokus utama tetap pada pemeliharaan rutin karena ketidakpastian perdagangan masih menyelimuti lingkungan bisnis.

Arah Permintaan, Investasi, dan Perdagangan Kanada

Penjualan ekspor diperkirakan tumbuh secara moderat dengan sedikit peningkatan bagi sejumlah perusahaan yang menargetkan pasar non-AS sebagai respons atas ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Diversifikasi pasar ini mencerminkan upaya perusahaan menjaga momentum pendapatan meski pasar utama masih menghadapi hambatan. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekspor tidak besar namun lebih stabil dibandingkan periode sebelumnya.

Dalam hal kapasitas dan tenaga kerja, tidak ada kendala signifikan yang dilaporkan. Permintaan yang tetap lesu mendorong kebijakan perekrutan yang berhati-hati, dengan opsi menahan atau mengurangi jumlah karyawan yang ada. Perusahaan juga mengelola biaya secara lebih konservatif untuk menjaga margin di tengah ketidakpastian permintaan.

Niat investasi membaik sedikit, meski perusahaan tetap mengutamakan pengeluaran untuk pemeliharaan rutin. Ketidakpastian terkait perdagangan berlanjut menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan investasi jangka menengah. Di sektor minyak, investasi diperkirakan menurun pada 2026 akibat harga minyak yang rendah, menahan insentif untuk ekspansi modal di periode mendatang.

Inflasi, Biaya, dan Energi: Implikasi Kebijakan

Ekspektasi inflasi di kalangan perusahaan tetap stabil di kisaran 2,5% hingga 3%, menunjukkan tekanan harga terkendali meski dinamika perdagangan tetap relevan. Ketentuan harga jual tidak diharapkan mengalami lonjakan substansial, karena perusahaan menimbang daya beli pasar sebagai faktor penentu utama.

Tekanan biaya terkait tarif impor relatif berkurang dibandingkan kuartal sebelumnya, meskipun beberapa elemen biaya tetap ada. Penurunan tekanan biaya memberi ruang bagi perusahaan menjaga margin tanpa perlu menaikkan harga secara agresif. Namun, ketidakpastian perdagangan tetap menjadi faktor pendorong kebijakan harga di masa mendatang.

Di sisi energi, prospek investasi sektor minyak diperkirakan melemah karena harga minyak yang rendah cenderung berlanjut pada 2026. Dampak dari penurunan investasi di sektor tersebut dapat memengaruhi aktivitas ekonomi regional dan aliran ekspor Kanada, serta berpotensi mempengaruhi nilai tukar CAD melalui dinamika perdagangan energi. Secara keseluruhan, survei menunjukkan bahwa komponen harga energi menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan prospek ekonomi Kanada ke depan.

broker terbaik indonesia