RUPS yang digelar di Gedung Menara Era menandai momentum megah bagi perjalanan PT Multitrend Indo Tbk. Keputusan untuk mengakuisisi Emway Globalindo dan melaksanakan rights issue dipandang sebagai terobosan besar yang bisa mengubah wajah kapitalisasi dan arah strategis perusahaan. Dalam skala pasar, langkah ini berpotensi meningkatkan daya saing, likuiditas, serta kemampuan investasi jangka menengah. Menurut analisis awal Cetro Trading Insight, sinergi antara aset Emway dan portofolio BABY bisa menjadi pendorong nilai pemegang saham jika dieksekusi dengan manajemen biaya dan oversight yang tepat.
RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 50,09 persen dari total saham beredar, memastikan kelengkapan persetujuan. RUPS tersebut menggagas RUPSI untuk mengesahkan akuisisi seluruh atau mayoritas saham Emway Globalindo melalui mekanisme inbreng dan pembelian sebagian saham perusahaan target. Selain itu, RUPSLB disusulkan untuk membahas rights issue, termasuk pemberian wewenang kepada direksi menetapkan jumlah saham dan harga pelaksanaan.
Kebijakan terkait rights issue juga mencakup pemberian wewenang kepada direksi untuk menetapkan jumlah saham yang diterbitkan hingga harga pelaksanaan rights issue. Dalam agenda lain, RUPSLB merombak susunan Dewan Komisaris dengan menunjuk Hasan Sameer Abdulla Ahmed Alshuwaikh sebagai Komisaris Utama untuk menggantikan Alptekin Diler. Kedudukan Komisaris lain diperbarui dengan pengangkatan Nigel Tham sebagai Komisaris, di samping dua komisaris independen Adrian Colin McKay dan Oke Nurwan.
RUPSLB menjadi arena penegasan arah finansial perusahaan, dengan fokus pada rights issue untuk memperkuat struktur modal. Analisis di Cetro Trading Insight menjelaskan bahwa rights issue bisa menambah likuiditas modal kerja dan memperluas kapasitas investasi. Namun, efek terhadap pemegang saham yang ada perlu diawasi, karena hak memesan efek Terlebih Dahulu (HMETD) memerlukan tata kelola yang transparan.
Para pemegang saham memberikan restu termasuk wewenang bagi direksi untuk menentukan jumlah saham yang diterbitkan dan harga pelaksanaan. Langkah ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan kebutuhan modal dengan dinamika pasar tanpa menunda rencana pertumbuhan. Secara struktural, rights issue bisa membawa perubahan proporsi kepemilikan yang perlu dikelola agar tidak mengurangi kendali pemegang saham utama.
Secara garis besar, aksi korporasi ini menandakan fokus manajemen pada sinergi aset dan optimalisasi modal. Mengikuti persetujuan, investor disarankan memonitor pengumuman resmi terkait jumlah saham yang diterbitkan dan jadwal pelaksanaan. Analisa fundamental oleh Cetro Trading Insight merekomendasikan kehati-hatian atas potensi dilusi dan kebutuhan evaluasi kinerja Emway Globalindo pasca akuisisi.
Transformasi kepemimpinan ini menandai babak baru dalam tata kelola perseroan. Hasan Sameer Abdulla Ahmed Alshuwaikh menggantikan Alptekin Diler sebagai Komisaris Utama, sebuah langkah yang ditekankan sebagai penyegaran kepemimpinan. Pengangkatan ini diharapkan membawa perspektif internasional dan jaringan bisnis yang luas guna mendukung strategi ekspansi.
Selain itu, Nigel Tham bergabung sebagai Komisaris baru. Penambahan dua Komisaris Independen yakni Adrian Colin McKay dan Oke Nurwan memperkuat fungsi pengawasan, risk management, serta independensi tata kelola. Komposisi baru ini menjadi landasan bagi keputusan strategis ke depan dan pengawasan yang lebih ketat.
Perombakan ini diharapkan meningkatkan kualitas pengawasan dan akuntabilitas perseroan. Investor dianjurkan mengikuti laporan keuangan dan pengumuman resmi BABY untuk memahami dampak ke pemegang saham. Secara umum, langkah ini konsisten dengan arahan regulator untuk memperkuat governance sambil menjaga keseimbangan kepemilikan.