Rusia Kembali Gunakan Settlement Dolar AS: Dampak Potensial bagi Dolar Dunia, Energi, dan Sanksi

Rusia Kembali Gunakan Settlement Dolar AS: Dampak Potensial bagi Dolar Dunia, Energi, dan Sanksi

trading sekarang

Bloomberg merilis laporan eksklusif yang mengungkap niat Rusia untuk kembali menggunakan sistem settlement berbasis dolar AS dalam transaksi internasional. Dokumen memo internal Kremlin menunjukkan potensi konvergensi antara ekonomi Rusia dan Amerika, mencakup kembalinya pembayaran dalam dolar, kerja sama minyak dan gas, serta kolaborasi pada bahan baku penting dan energi nuklir. Selain itu, rencana tersebut juga menyinggung peluang usaha AI dan syarat bagi perusahaan AS untuk masuk kembali ke pasar Rusia.

Namun syarat utamanya adalah pelonggaran sanksi, termasuk akses transaksi dolar di AS. Tanpa langkah ini, inisiatif tersebut sulit terealisasi dan memerlukan negosiasi kebijakan yang kompleks di tingkat geopolitik.

Para analis menilai bahwa integrasi dolar berpotensi menstabilkan neraca pembayaran Rusia serta pasar valuta asingnya. Bagi AS, adanya dukungan terhadap dominasi dolar sebagai mata uang cadangan dapat mengubah biaya perdagangan energi antara China dan Amerika serta memengaruhi dinamika geopolitik global secara lebih luas.

Indeks Dolar AS menunjukkan reaksi pasar terhadap potensi perubahan kebijakan Rusia. Pada awalnya, indeks sempat melemah, tetapi kemudian bergerak mendekati level 97,00 karena investor mempertimbangkan implikasi sanksi dan kemungkinan relaksasinya. Hal ini menciptakan volatilitas jangka pendek yang menarik bagi trader mata uang utama.

Laporan tersebut juga menyoroti bagaimana dinamika ini bisa memperkuat posisi dolar sebagai mata uang cadangan global jika sanksi dilonggarkan dan perdagangan internasional lebih banyak menggunakan dolar. Rusia melihat stabilitas eksternal sebagai tujuan utama, sementara China tetap menjadi faktor kunci dalam pasokan komponen ekonomi.

Bagi investor, situasi geopolitik dan kebijakan sanksi akan menjadi pendorong utama dalam beberapa kuartal ke depan. Tanpa konfirmasi kebijakan konkret, arah pergerakan pasar masih bersifat spekulatif dan bergantung pada tindakan kedua negara.

broker terbaik indonesia