Tarif AS 10% terhadap Barang Eropa: Emas sebagai Pelindung Nilai di Tengah Gejolak Geopolitik dan Dampaknya pada Pasar FX

Tarif AS 10% terhadap Barang Eropa: Emas sebagai Pelindung Nilai di Tengah Gejolak Geopolitik dan Dampaknya pada Pasar FX

Signal XAU/USDBUY
Open4674
TP4974
SL4474
trading sekarang

Imbas Kebijakan Tarif terhadap Eropa dan Ketegangan Geopolitik

Pada pekan ini, AS mengumumkan rencana mengenakan tarif 10% pada produk dari delapan negara Eropa sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan kebijakan perdagangan dan mempertahankan posisi terkait Greenland. Langkah ini menambah ketegangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya, sehingga meningkatkan risiko sengketa perdagangan. Pasar merespons dengan sikap hati-hati, lebih memilih penghindaran risiko daripada spekulasi pertumbuhan jangka pendek.

Emas mencatat rekor dekat 4.690 dolar per ounce sebelum bergerak kembali ke sekitar 4.674 dolar di sesi berikutnya, menandakan posisi emas sebagai pelindung nilai utama di tengah ketidakpastian. Sementara itu, indeks dolar bergerak mendekati 99,00 dengan volatilitas terbatas karena pasar AS libur pada Hari Martin Luther King Jr. Day. Pergerakan di pasar logam mulia ini menggambarkan preferensi investor terhadap keamanan aset di tengah eskalasi kebijakan.

Secara teknis, pasangan utama seperti EURUSD terlihat melemah atau stabil mendekati 1,1650 karena USD yang relatif lemah. USD/CAD berada sekitar 1,3870, meskipun data inflasi Kanada menampilkan lonjakan 2,4% secara tahunan namun pembacaan bulanan menunjukkan kelembapan, menandai dinamika yang kompleks antara suku bunga dan nilai tukar. Skenario ini memicu ketidakpastian bagi peniaga dolar, memaksa mereka menimbang dampak kebijakan terhadap portofolio valuta asing.

Pergerakan Pasar FX dan Emas sebagai Barometer Ketidakpastian

EURUSD unggul tipis terhadap USD karena dolar AS berada dalam fase konsolidasi, sedangkan EUR mendapat dukungan teknikal terbatas dari penurunan tekanan pada imbas perdagangan. USD/CAD di sekitar 1,3870 mengikuti rilis data Kanada yang menunjukkan inflasi 2,4% secara tahunan meski pembacaan bulanan -0,2% lebih rendah dari ekspektasi. Kondisi ini menambah dinamika pada pasangan terkait komoditas dan minyak, yang sensitif terhadap aliran risiko global.

GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3440, menunjukkan pijakan bagi GBP meski sentimen pasar masih kaku. Konstruksi risiko geopolitik menekan dolar dan memberi ruang bagi sterling untuk mencoba meraih posisi lebih kuat. Pasar juga memantau perkembangan di Jepang setelah pengumuman rencana pembubaran parlemen dan pemilihan mendadak yang dijadwalkan 8 Februari, yang memberikan volatilitas tambahan pada spektrum FX Asia-Pasifik.

AUD/USD berada di sekitar 0,6720 dan mencoba memulihkan kerugian setelah data inflasi Australia Desember menunjukkan pembacaan yang lebih tinggi dari ekspektasi, menurut indikator TD-MI. Ketertarikan pada komoditas sumber daya Australia juga meningkat karena ketidakpastian global, meningkatkan permintaan terhadap AUD sebagai valas komoditas. Pasar emas dan minyak tetap menjadi fokus karena risiko geopolitik menambah tekanan pada pasar global.

Strategi dan Data Makro yang Perlu Dipantau

Di sisi kalender makro, data Ketenagakerjaan Inggris (IHK) dan survei ZEW Jerman tentang Sentimen Ekonomi akan dirilis pada sesi Eropa hari Selasa, memberikan indikasi terhadap momentum pertumbuhan dan inflasi di perekonomian utama. Investor juga melihat koordinasi antara kebijakan moneter dan politik karena tekanan tarif menguji kapasitas respons kebijakan. Hasil rilis ini bisa memicu penyesuaian posisi di pasar valuta asing dan aset berisiko.

Pada hari Rabu, Inggris akan merilis IHK dan PPI Desember bersamaan dengan pidato Trump di Forum Ekonomi Davos, yang dapat menggugah sentimen risiko global. Rilis data PCE November dan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga Amerika Serikat pada hari Kamis dipandang sebagai kunci untuk menilai arah kebijakan fiskal dan moneter. Pergerakan ini bisa menentukan arah volatilitas indeks dolar dan pasangan utama lainnya.

Pengumuman BoJ tentang kebijakan moneter, PMI Komposit, Manufaktur, dan Jasa HCOB untuk Zona Euro dan Jerman serta pidato dan konferensi di Davos akan menjadi fokus investor di minggu ini. Kondisi ini menambah tekanan pada mata uang utama dan mempengaruhi peluang di pasar logam mulia serta komoditas energi. Trader juga diingatkan untuk memantau sinyal kebijakan Jepang serta perkembangan geopolitik yang dapat mengubah korelasi risiko secara dramatis.

broker terbaik indonesia