USD/CAD bergerak melemah seiring naiknya harga minyak yang menguatkan mata uang Kanada. CAD terkait komoditas cenderung mengikuti pergerakan minyak mentah, karena Kanada adalah eksportir minyak mentah utama. Pada pembukaan sesi Asia, pasangan ini diperdagangkan sekitar 1.3900, menandai jeda dari kenaikan empat sesi sebelumnya.
WTI melanjutkan reli setelah data industri Tiongkok menunjukkan produksi meningkat 5,2% YoY di Desember. Peningkatan produksi industri Tiongkok meningkatkan aktivitas manufaktur dan permintaan energi, yang pada gilirannya mendorong harga minyak. Hal ini juga menambah tekanan pada volatilitas pasar energi dan kurs mata uang terkait.
Meskipun minyak menguat, keterlibatan geopolitik berkurang karena meredanya ketegangan Iran mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan. Investor juga menilai risiko geopolitik sejalan dengan perkembangan kebijakan AS, terkait pernyataan Presiden Trump. Secara keseluruhan, pergerakan minyak bisa menjadi pembatas atau pendorong bagi USD/CAD tergantung dinamika pasar utama.
Data tenaga kerja AS yang lebih kuat menunda ekspektasi penurunan suku bunga Fed hingga Juni. Pasar menilai bahwa Fed belum menunjukkan urgensi untuk pelonggaran kebijakan tanpa bukti inflasi yang bergerak menuju target 2%. Analisis aliran data menunjukkan pekerjaan non-pertanian dan jam kerja yang kuat mendukung prospek kenaikan suku bunga.
Rilis data pekerjaan memberi dorongan bagi dolar AS karena prospek tingkat bunga yang lebih tinggi menarik arus investasi asing dan menambah tekanan terhadap mata uang lain. Hal ini memperkuat tilt risiko bagi USD/JPY dan pasangan risiko lainnya. Pasar menantikan rilis data lebih lanjut untuk konfirmasi arah kebijakan.
Dengan pola kebijakan yang relatif gigih di antara para pejabat Fed, pergerakan USD/CAD bisa kembali menguat jika data tenaga kerja tetap kuat. Namun, dinamika harga minyak dan faktor geopolitik global bisa membatasi arah pasangan ini. Trader sebaiknya menimbang tingkat suku bunga serta volatilitas pasar dalam menetapkan posisi.