USD/CAD berada pada kisaran stabil meski tekanan dari minyak lebih lemah dan gejolak antara AS dan UE masih membayang. Pergerakan di pasar didorong oleh ketidakpastian permintaan minyak global yang menekan kemunculan arah baru bagi pasangan mata uang ini. Di sisi lain, dinamika dolar juga tercermin dari berita mengenai tarif yang bisa memicu respons risiko di pasar global.
Secara fundamental, data tenaga kerja AS berpotensi mengubah ekspektasi investor terhadap kebijakan Federal Reserve. Jika data menunjukkan dinamika pekerjaan yang kuat, kemungkinan adanya penurunan suku bunga lanjutan pada Juni menjadi lebih mungkin. Sebaliknya, laporan yang lemah dapat menunda langkah pelonggaran dan memperkuat posisi dolar kepada pasar.
Dampak minyak terhadap CAD masih relevan karena Kanada adalah eksportir minyak utama. Ketika harga WTI melemah, CAD rentan untuk melemah juga karena pendapatan ekspor menurun. Namun tekanan terhadap dolar AS sebagian dapat meningkat jika isu Greenland memberikan gambaran ketidakpastian kebijakan yang membatasi pelonggaran Fed.
Harga minyak mentah WTI turun tipis setelah dua hari kenaikan, diperdagangkan sekitar $59.30 per barel saat ini. Penurunan ini membatasi potensi kenaikan CAD karena Kanada adalah eksportir minyak utama ke AS. Pasar menyimak bagaimana dinamika minyak akan membentuk arah CAD dan turut mempengaruhi USD/CAD.
Ketegangan antara AS dan UE terkait rencana tarif memperburuk sentimen minyak dan valuta berisiko. Namun, meskipun sentimen global bergolak, cadangan kebijakan terhadap dolar AS tetap menjadi fokus utama para pelaku pasar. Dolar AS bisa mendapat dukungan jika tarif tersebut memperkuat risiko untuk permintaan global.
Status Kanada sebagai eksportir minyak mentah memberi sensitifitas tambahan pada USD/CAD dalam skenario minyak lemah. Di sisi lain, kekhawatiran tentang isu Greenland bisa membatasi pergerakan dolar dengan cara yang tidak terduga. Pelaku pasar sebaiknya menilai korelasi minyak dengan dolar secara hati hati sebelum mengambil posisi jangka pendek.
Kebijakan moneter menjadi fokus utama karena pejabat Federal Reserve menekankan bahwa pelonggaran lebih lanjut hanya akan dilakukan jika inflasi menunjukkan arah yang jelas menuju target 2 persen. Pasar menunggu bukti yang lebih kuat bahwa inflasi akan menahan laju sehingga langkah-langkah pelonggaran saat ini tidak menjadi kebutuhan segera. Kondisi ini menjaga volatilitas USD/CAD tetap relatif tinggi namun tidak ada konfirmasi arah yang tegas.
Analis seperti Morgan Stanley mengubah proyeksi untuk 2026 menjadi satu pemotongan suku bunga pada Juni, diikuti langkah berikutnya pada September. Perubahan ini mencerminkan transisi dari harapan penurunan yang dulu diproyeksikan pada Januari dan April. Pasar menilai bahwa jalur kebijakan bisa lebih lambat namun lebih terencana.
Dengan sinyal kebijakan yang masih campuran, peluang trading USD/CAD tergantung pada data tenaga kerja dan dinamika minyak. Trader disarankan menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum mengambil posisi, sambil menerapkan manajemen risiko yang ketat. Tujuan utamanya adalah menjaga risiko tetap terkendali sambil mengamati peluang breakout jika faktor teknikal mulai mendukung satu arah.