
USD/JPY sempat menyentuh puncak sekitar 160.73, lalu berbalik secara dramatis dan menguji kembali ke level 156.00 saat sesi Eropa berjalan. Pergerakan ini menjadi salah satu reli Yen terkuat dalam lebih dari tiga tahun jika dilihat dari satu hari perdagangan. Volatilitas tinggi di pasar valuta asing menunjukkan bahwa sentimen investor sedang bergeser secara tajam.
Menurut laporan Nikkei, Kementerian Keuangan (MoF) dan Bank of Japan (BoJ) melakukan intervensi langsung dengan membeli Yen dan menjual Dollar, intervensi pertama semacam itu sejak 2024. Langkah ini menandai upaya gabungan pemerintah untuk menahan pelemahan Yen. Namun apakah tindakan ini akan bertahan masih menjadi pertanyaan terbuka di pasar.
Kalender data Jepang minggu depan cenderung tipis, meningkatkan kekhawatiran mengenai risiko lebih lanjut bagi USD/JPY. Investor akan memantau potensi aksi berlanjut dari MoF serta aliran data AS yang dapat membentuk arah jangka pendek harga. Pasar menunggu konfirmasi atas apakah intervensi berhasil mengubah tren jangka menengah atau hanya memberi jeda sementara.
Pada grafik 1 jam, USD/JPY diperdagangkan sekitar 156.66 dengan bias bearish jangka pendek yang tetap terlihat. Pergerakan turun dari level tertinggi sekitar 160.30 menjaga pasangan tetap berada di bawah hambatan utama. Indikator Stochastic RSI terlihat berusaha pulih dari wilayah oversold menuju zona 20-an, menunjukkan momentum penurunan cenderung melemah meskipun belum berubah arah secara nyata.
Struktur teknikal menyiratkan bahwa rintangan di sekitar 160.30 berfungsi sebagai penghalang penting terhadap rebound spontan, sementara tidak ada dukungan indikator terdekat yang jelas untuk menopang penurunan lebih lanjut. Ini berarti harga bisa tetap tertekan selama harga tetap berada di bawah level kunci tersebut. Tekanan lebih lanjut akan muncul jika ada konfirmasi aksi jual yang melanjutkan underperformance USD terhadap Yen.
Sebagai catatan perdagangan, posisi jual pada USD/JPY dapat dipertimbangkan saat harga berada di sekitar 156.66 dengan target sekitar 155.00 dan stop di 157.50. Struktur risiko–imbalan diperkirakan sekitar 1:1.98, memenuhi pedoman manajemen risiko minimal. Namun para trader perlu memantau rilis data AS seperti NFP yang dapat memicu volatilitas tambahan.