Pasangan USD/JPY menguat mendekati 158,30 pada pembukaan sesi Asia. Gerak pagi didorong oleh sentimen positif terkait Greenland yang menunda penerapan tarif. Dalam konteks itu, pelaku pasar menilai bahwa perundingan antara AS dan sekutu membentuk kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan terkait isu Greenland. Aspek ini meningkatkan permintaan terhadap dolar AS karena investor mengantisipasi kebijakan fiskal yang lebih lunak dan risiko tarif yang berkurang. Secara teknikal, dinamika ini membatasi penurunan pasangan meskipun level resistensi di 158,50 tetap menjadi fokus watch.
Trump menegaskan telah mencapai kerangka kerja untuk kesepakatan mengenai Greenland dan menegaskan ia tidak akan memberlakukan tarif seperti sebelumnya. Pernyataan tersebut menambah dimensi risiko pada dinamika perdagangan global dan menambah dukungan bagi dolar jika pasar menafsirkan bahwa kesepakatan akan menghindari tarif. Namun parameter dari kerangka kerja itu belum jelas, sehingga efek langsung terhadap pergerakan jangka pendek bisa bersifat terbatas. Dengan kata lain, nada optimis telah menjaga daya dorong dolar tetap terjaga.
Data utama AS hari ini yaitu PDB kuartal ketiga, klaim pengangguran awal, dan indeks harga belanja konsumen (PCE) akan jadi sorotan. Jika angka-angka menunjukkan kinerja lebih kuat daripada ekspektasi, USD berpotensi menguat lebih lanjut terhadap JPY. Namun, fokus juga bergeser pada bagaimana respons kebijakan fiskal AS dan prospek inflasi jangka menengah mempengaruhi arus modal. Pasar bersiap menghadapi volatilitas hingga rilis data dan siap menimbang risiko geopolitik serta sentimen risiko yang lebih luas.
Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya di sekitar 0,75 persen pada akhir pertemuan dua hari yang berakhir Jumat. Langkah ini sejalan dengan sikap kebijakan yang cenderung berhati-hati meski ada tekanan untuk menyesuaikan kebijakan lebih lanjut. BoJ terakhir kali menaikkan suku bunganya ke level tertinggi dalam tiga dekade pada bulan Desember 2025, menandai bahwa ruang untuk pengetatan lebih lanjut tetap ada namun tidak segera. Pelaku pasar menunggu indikasi lebih lanjut dari konferensi pers Gubernur Ueda mengenai arah kebijakan berikutnya.
Penilaian hawkish dari pembuat kebijakan Jepang bisa menjadi dorongan bagi yen dan menciptakan hambatan terhadap pergerakan USD/JPY. Bila pernyataan BoJ lebih lunak daripada ekspektasi, dolar berpotensi menguat lagi seiring berlanjutnya kehati-hatian pasar terhadap data AS. Sinyal dari Ueda mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya akan menjadi kunci untuk arah pasangan dalam beberapa sesi mendatang.
Analisis sentimen menunjukkan bahwa dinamika kebijakan BoJ terhadap data ekonomi AS akan menjaga volatilitas pasangan tetap tinggi. Kebijakan fiskal AS, data PDB, serta indikator inflasi akan terus menambah tekanan pada volatilitas harga. Investor disarankan mengelola risiko dengan cermat dan menyesuaikan level stop-loss serta target profit secara real-time sesuai perkembangan berita dan data ekonomi yang dirilis.