USD/JPY kembali bergerak mendekati level 153.40 setelah libur panjang, menampilkan dinamika dua arah saat pelaku pasar kembali beraktivitas. Pasangan ini sempat menyentuh rendah intraday sekitar 152.70 sebelum memasuki kisaran sempit. Pergerakan yang relatif sideway ini mencerminkan ketidakpastian jelang rilis data serta evaluasi ulang ekspektasi kebijakan.
Yen tetap mendapat dukungan luas karena optimisme terhadap agenda pro stimulus pemerintah dan sinyal BoJ yang bisa menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Investor menempatkan kapita di yen ketika prospek politik dalam negeri tampak lebih kondusif. Kebijakan fiskal dan langkah stimulus meningkatkan harapan untuk memperpanjang siklus suku bunga yang lebih tinggi di Jepang.
Data AS memberikan dukungan moderat bagi Greenback meskipun momentum pemangkasan suku bunga Fed masih dibatasi. Indeks DXY berada di sekitar 97.24 setelah sempat menyentuh 97.54 dalam sesi sebelumnya. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Implikasi kebijakan menonjol bagi para pelaku pasar, dengan BoJ menjadi pusat perhatian karena ekspektasi kenaikan suku bunga meningkatkan permintaan terhadap yen. Geliat ini menambah tekanan pada pasangan mata uang utama, terutama jika bank sentral Jepang menegaskan arah kebijakannya. Pasar menyaksikan arus modal masuk ke aset berdenominasi yen dan likuiditas di pasar forex menegang. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.
Sementara itu, pasar menilai kemunculan dua pemangkasan suku bunga Fed tahun ini, meski dot plot Desember hanya menunjukkan satu pemotongan pada 2026. Harga pasar mencerminkan ekspektasi bahwa kebijakan moneter AS akan lebih longgar dalam periode mendatang. Namun potensi perubahan tergantung pada data inflasi dan dinamika pasar tenaga kerja.
Investor akan menilai rilis data kunci seperti CPI inti PCE dan perkiraan awal PDB Q4 AS pada Jumat, disertai dengan minut rapat Fed yang dirilis Rabu. Rilis data tersebut diperkirakan dapat memperjelas arah kebijakan Federal Reserve. Sementara itu, fokus juga tertuju pada dinamika inflasi dan pertumbuhan ekonomi global yang bisa memantulkan pergerakan USDJPY.