USD/JPY Tumbuh Terbatas di Tengah Divergensi BoJ-Fed Menjelang CPI AS

USD/JPY Tumbuh Terbatas di Tengah Divergensi BoJ-Fed Menjelang CPI AS

trading sekarang

USDJPY menunjukkan rebound terbatas setelah beberapa hari tren menurun, bergerak dari level rendah yang telah lama ditempuh. Perbedaan mendasar antara kebijakan Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve menjadi penghambat utama bagi kenaikan signifikan pasangan ini. Pasar tetap waspada terhadap arah selanjutnya menjelang rilis data inflasi AS yang dinantikan.

Di tengah dinamika pasar, yen cenderung mendapat dukungan sebagai aset safe-haven saat sentimen risiko menegang. Kebijakan BoJ yang sedang dinormalisasi juga menjadi faktor yang membatasi potensi lonjakan pasangan ini. Sementara itu, dolar AS berjuang untuk menarik pembeli, sehingga pergerakan USDJPY tetap terkendali oleh faktor fundamental dan teknikal yang saling beriringan.

Analisis menunjukkan bahwa konteks kebijakan yang berbeda antara BoJ dan Fed membuat volatilitas tetap tinggi namun arah jelas masih menunggu konfirmasi dari data ekonomi utama. Pelaku pasar menanti terbitnya CPI AS untuk menentukan langkah berikutnya.

Harga diperdagangkan mendekati level kunci sebelum rilis laporan CPI, sementara investor menimbang proyeksi inflasi dan data pekerjaan. Pasar memperkirakan adanya dua potongan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada 2026 meski jalurnya masih tergantung pada perkembangan data ekonomi.

Ketahanan independensi The Fed menjadi fokus utama karena ketidakpastian kebijakan moneter bisa memicu volatilitas yang lebih besar di pasar valuta asing. Divergensi antara kebijakan BoJ dan kebijakan Fed menambah tekanan pada USDJPY jika data inflasi AS menunjukkan kejutan.

Para pelaku pasar juga menunggu petunjuk lebih lanjut terkait jalur pemotongan suku bunga sebelum menempatkan posisi untuk pergerakan arah berikutnya. Rilis CPI AS nanti hari ini diperkirakan menjadi pemicu utama arah pasangan di sesi perdagangan berikutnya.

Dalam konteks ini, potensi pelemahan jangka pendek untuk USDJPY mungkin muncul seiring ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang tertekan oleh data CPI. Namun volatilitas tetap tinggi karena respons terhadap rilis ekonomi utama seringkali tidak terduga.

Trader disarankan untuk berhati-hati dan menunda eksposur berlebih sampai ada konfirmasi dari data inflasi AS, karena peluang swing bisa meningkat secara tiba-tiba. Pendekatan berbasis fundamental menjadi fokus, dengan penekanan pada bagaimana CPI mempengaruhi jalur Fed dan sinyal BoJ.

Jika CPI menunjukkan pembacaan yang lebih tinggi, risiko terhadap USDJPY bisa meningkat terhadap dolar; sebaliknya jika inflasi melambat, tekanan pada dolar bisa berkurang. Arah berikutnya akan sangat bergantung pada bagaimana para pelaku pasar menafsirkan angka-angka tersebut. Artikel ini dipersembahkan oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia