USD Menguat di Tengah Data AS Kuat dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed

USD Menguat di Tengah Data AS Kuat dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed

trading sekarang

USD Menguat di Tengah Data AS Kuat dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Pengaruh Data Ekonomi AS terhadap Dolar dan Kebijakan The Fed

Dolar AS menguat minggu ini didorong data ekonomi AS yang menunjukkan daya dorong konsumsi dan tenaga kerja cukup kuat. Penjualan ritel rebound dan klaim pengangguran menurun, menguatkan narasi bahwa perekonomian tidak menunjukkan tanda pelambatan berarti. Di sisi lain, Beige Book The Fed menggambarkan ekonomi tumbuh secara moderat tanpa ancaman langsung terhadap pasar kerja.

Aspek kebijakan ikut terdorong dengan pasar memperhitungkan kenaikan suku bunga terminal The Fed sekitar 5 basis poin, meski penyesuaian kecil. Revisi proyeksi ini memperkuat ekspektasi hawkish dan mendorong DXY naik dengan volatilitas relatif rendah. Hal ini menambah tekanan pada aset berisiko dan menguatkan pandangan bahwa pelonggaran kebijakan bisa tertunda.

Secara teknis, DXY mendekati level 100, dengan bias bullish selama level kunci tetap terjaga. Para analis menilai bahwa pengetatan kebijakan tidak langsung mengubah arah dolar dalam waktu dekat, selama data ritel dan pekerjaan tetap kuat. Gerak ini menambah daya tarik dolar terhadap mata uang utama lainnya.

Aliran TIC dan Peran Sektor Swasta dalam Pasar AS

Data TIC Treasury November menunjukkan aliran modal asing yang besar masuk ke aset AS, memicu dukungan pada dolar. Secara rata-rata 12 bulan, pembelian bersih aset AS mencapai sekitar $100 miliar per bulan, dengan proporsi besar mengalir ke ekuitas. Transaksi ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap daya output ekonomi AS.

Dari sisi sektor swasta, aliran ke ekuitas mencapai hampir separuh dari total aliran, sementara sektor resmi asing membeli sekitar $23 miliar ekuitas. Meskipun ada pengurangan obligasi pemerintah oleh kelompok BRICS, lonjakan investasi swasta menutupi dampak tersebut. Konstelasi ini menambah kompleksitas dinamika dolar terhadap aset berisiko.

Prospek jangka pendek menunjukkan bahwa de-dollarization masih berjalan lambat; jika dolar akhirnya melemah, kemungkinan didorong oleh penurunan suku bunga AS dan peningkatan lindung nilai terhadap aset AS oleh investor asing. Namun, pergeseran ini tampak belum terlihat dalam density momentum pasar saat ini.

Outlook dan Risiko Intervensi Kebijakan terhadap Pasar FX

Salah satu risiko utama adalah potensi intervensi pasar untuk melepas dolar melalui USD/JPY dan USD/KRW mendekati level ekstrem, sekitar 160 dan 1500. Intervensi semacam itu telah menjadi bagian dari diskusi kebijakan, dan beberapa spekulan melihat peluang bahwa pihak berwenang bisa mencoba membatasi pergerakan tersebut. Ketidakpastian ini menambah keraguan bagi trader yang mengambil sikap di pasangan dolar terhadap yen dan won.

Departemen Keuangan AS menegaskan posisi yang memungkinkan tindakan semacam itu jika diperlukan, menambah lapisan kehati-hatian bagi trader. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi strategi jangka pendek pada pasangan dolar terhadap yen dan won, meskipun beberapa analis menilai dolar bisa tetap kuat jika tekanan tidak berkembang lebih jauh. Pelaku pasar pun disarankan memperhatikan data rilis berikutnya dan reaksi kebijakan terkait.

Jika DXY melewati level sekitar 99,45–99,50, proyeksi menuju 100 menjadi bias utama kembali, menjaga tren penguatan dolar lebih lanjut. Investor tetap menilai risiko kebijakan dan intervensi sebagai faktor penting yang bisa mengubah arah mata uang utama pada saat-saat kunci. Dengan demikian, prospek dolar tergantung pada kejutan data berikutnya dan reaksi kebijakan bank sentral.

broker terbaik indonesia