USD/SGD Berpotensi Menguat Seiring Tekanan Hormuz dan Inflasi Impor

Signal USD/SGDBUY
Open1.278
TP1.285
SL1.275
trading sekarang

SGD tetap menjadi mata uang defensif regional, namun momentum bearish terhadap USD/SGD mulai memudar. Menurut OCBC dan tim Cetro Trading Insight, risiko penurunan lebih lanjut berkurang karena dinamika pasar global yang berubah. Ketegangan terkait Hormuz diperkirakan akan menambah biaya impor melalui rantai pasokan, sehingga tekanan inflasi bisa bertahan lebih lama.

USD/SGD mencatat kenaikan tipis semalam mengikuti rebound dolar AS secara luas. Pasangan diperdagangkan sekitar 1.2780, menandakan adanya dorongan pembelian jangka pendek meski arah utama belum pasti. Indikator teknikal seperti RSI mulai menguat, menunjukkan momentum positif dalam beberapa sesi mendatang.

Rintangan teknikal utama berada di 1.2790/1.28 dan 1.2850, dengan dukungan di 1.2750/60 serta 1.2670. Secara relatif, SGD tetap defensif terhadap FX berisiko lebih tinggi. Jika konflik di Timur Tengah berlanjut, biaya energi dan produk petrokimia bisa meningkat dan mendorong USD/SGD lebih lanjut dalam jangka pendek.

Dari sisi teknikal, momentum bearish pada grafik harian mulai melemah dan RSI menunjukkan tren naik yang menandakan momentum positif jangka pendek. Pasar tampaknya sensitif terhadap berita global meskipun tetap berpegang pada level teknikal utama.

Target teknikal berpotensi menguji resistance di 1.2790/1.28 dan 1.2850, sementara dukungan berada di 1.2750/60 dan 1.2670. Pergerakan harga bisa terkonfirmasi jika harga menembus level tersebut dengan volatilitas yang cukup.

Rencana trading untuk posisi beli: entry di sekitar 1.2780 dengan stop loss di 1.2750 dan take profit di 1.2850. Rasio risiko-imbalan sekitar 2.3:1 sejalan target profit yang memadai. Perhatikan peluang pembalikan jika berita geopolitik atau kebijakan moneter berubah secara mendadak.

broker terbaik indonesia