WTI Rebound di Atas $60 Didukung Gangguan Tengiz dan Momentum Teknis Positif

WTI Rebound di Atas $60 Didukung Gangguan Tengiz dan Momentum Teknis Positif

Signal /WTIBUY
Open60.330
TP65.500
SL59.500
trading sekarang

Harga minyak mentah WTI melanjutkan rebound mendekati level $60,33 per barel hari ini, terdorong oleh kekhawatiran pasokan setelah gangguan produksi di ladang Tengiz, Kazakhstan. Pasokan yang terganggu menghidupkan kembali risiko pada aliran minyak global dan memberi dukungan pada harga. Analis menilai respons pasar terhadap berita tersebut akan menentukan arah jangka pendek minyak.

Di saat yang sama, dinamika perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa menambah tekanan pada dolar AS. Ketegangan tersebut membuat minyak yang dinyatakan dalam dolar tampak lebih menarik bagi pembeli luar negeri, sehingga sebagian dukungan harga berasal dari pelemahan dolar tersebut. Ketidakpastian geopolitik lain juga meningkatkan volatilitas di pasar energi.

Secara umum, pasar tetap dalam suasana waspada terhadap potensi gangguan pasokan, meskipun ada perbaikan teknis yang sedang berlangsung. Kabar ini memperkuat kasus bagi bulls untuk mencoba menahan harga di atas level kunci dan melihat arah lebih lanjut. Pelaku pasar terus mengevaluasi dampak jangka menengah terhadap produksi dan stok global.

Analisis teknikal dan level kunci

Secara teknikal, momentum minyak mulai membaik. WTI menembus tekanan bearish baru-baru ini dengan harga yang menguji SMA 100-hari sekitar $59,84, sambil tetap berada di atas SMA 50-hari yang menunjukkan kekuatan pembeli jangka pendek. Penutupan di atas level 50-hari memberikan sinyal kontrol momentum yang lebih kokoh.

Resistance terdekat berada di $62,19, tinggi 14 Januari. Penembusan yang jelas di atas level tersebut akan menandai perubahan dalam struktur tren dan berpotensi membuka jalan menuju wilayah pasokan berikutnya di sekitar $64,00 hingga $66,00. Kondisi ini membuat peluang breakout lebih layak diperhitungkan jika momentum tetap positif.

Di sisi bawah, SMA 50-hari memberikan support terdekat, diikuti oleh level terendah 8 Januari di $55,90. Relative Strength Index (RSI) mengarah ke sekitar 59, menunjukkan momentum bullish yang cukup kuat tanpa terlihat kondisi jenuh beli. MACD tetap positif dengan garis MACD di atas garis sinyalnya dan histogramnya masih bertumbuh. Namun volatilitas tetap ada jika data masuk tak sesuai ekspektasi.

Rencana trading dan proyeksi harga

Postur pasar saat ini memberi peluang bagi bullish jika harga bisa mempertahankan penutupan di atas $60.00 dan menembus $62,19, dengan potensi melanjutkan pemulihan menuju zona $64,00–$66,00. Target upside tersebut sejalan dengan momentum teknikal yang membaik dan dukungan dari sentimen pasar terkait pasokan. Pelaku pasar menilai konfirmasi di atas level kunci sebagai sinyal valid untuk tren naik.

Rencana trading yang konsisten disarankan dengan open sekitar $60,33, target profit sekitar $65,50, dan stop loss di sekitar $59,50. Rasio risiko-untung yang diharapkan lebih dari 1:1,5, sesuai dengan analisis teknikal saat ini. Strategi ini mengunci potensi gain sambil membatasi risiko jika harga bergerak turun.

Namun, pembalikan arah bisa terjadi jika dinamika pasokan, dolar, atau faktor makro berubah secara signifikan. Oleh karena itu, para trader perlu memantau pergerakan harian dan konfirmasi penutupan di atas level kunci untuk melanjutkan ekspektasi kenaikan harga. Faktor-faktor eksternal seperti data persediaan, output Tengiz, dan kebijakan perdagangan global tetap menjadi penentu utama arah pasar.

broker terbaik indonesia