Harga WTI berada di kisaran sekitar 60,60 dolar per barel pada awal sesi perdagangan Eropa. Ketegangan geopolitik yang meredup pasca episod politik global telah mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan yang dapat mendorong kenaikan harga. Analis menilai bahwa pasar minyak masih dibentuk oleh keseimbangan antara produksi dan permintaan di berbagai wilayah, sambil mencatat peran faktor mata uang dan inflasi dalam pergerakan jangka pendek.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan mitranya menegaskan proyeksi pasokan global tetap melebihi permintaan untuk tahun ini. Gambaran ini menambah beban pada potensi pergerakan harga yang signifikan, meskipun ada sejumlah faktor volatil. Secara khusus, laporan persediaan minyak mentah AS yang naik beberapa juta barel menambah dinamika kelebihan pasokan yang dapat menahan laju kenaikan harga.
Pada saat yang sama, beberapa gangguan produksi di Kazakhstan dan ladang Tengiz dapat memberikan dukungan kecil bagi WTI jika gangguan berlanjut. Para trader juga menimbang dampak jangka pendek terhadap pasokan global sambil menilai tetap rapuhnya prospek permintaan menurut IEA. Secara ringkas, dinamika pasokan dan permintaan membentuk kisaran harga yang relatif terbatas dalam beberapa minggu mendatang.
Pernyataan Presiden AS di Forum Davos terkait penahanan diri dari tarif terhadap Eropa menenangkan pasar dan meningkatkan appetit risiko. Pelaku pasar menafsirkan langkah ini sebagai sinyal meredanya gejolak perdagangan global, meski para analis mengingatkan bahwa kondisi pasar masih rapuh karena kelebihan pasokan yang tersisa. Ketegangan geopolitik yang menurun menjadi fondasi bagi pergerakan harga yang lebih stabil.
Reaksi pasar terhadap pidato Davos dan aktivitas media sosial mengenai kebijakan perdagangan telah memicu minat membeli terhadap minyak mentah dan Brent, meski belum ada langkah konkret yang meyakinkan untuk mendorong pergerakan besar. Para pedagang terus mengamati dinamika persediaan dan produksi global sebagai faktor utama. Secara teknikal, pergerakan harga menunjukkan stabilitas di sekitar level 60,60 dolar per barel, mendukung ekspektasi perbaikan jangka pendek.
Secara keseluruhan, gambaran jangka pendek cenderung mendukung harga minyak jika sentimen risiko tetap positif. Namun risiko kelebihan pasokan dan faktor makro masih membatasi potensi kenaikan yang tajam. Untuk trader, fokus utama adalah manajemen risiko dan target yang realistis dengan rasio risk-reward minimal 1:1,5.