SELL
7106.84
6800
7300
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) adalah salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur kinerja pasar saham di Indonesia. Indeks ini mencerminkan perubahan harga saham dari seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan kata lain, IHSG adalah indeks yang menunjukkan pergerakan harga saham secara keseluruhan di pasar modal Indonesia.
IHSG dihitung berdasarkan harga saham dari semua perusahaan yang terdaftar di BEI, yang terdiri dari berbagai sektor industri seperti perbankan, energi, barang konsumsi, dan lain-lain. Meskipun semua saham dipertimbangkan, perhitungan ISHG lebih banyak dipengaruhi oleh saham-saham besar atau saham yang memiliki kapitalisasi pasar tinggi.
IHSG dihitung dengan menggunakan metode capitalization-weighted index, yang berarti bobot setiap saham dalam indeks bergantung pada kapitalisasi pasarnya (jumlah saham yang beredar dikalikan dengan harga saham). Oleh karena itu, saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bank BCA, Telkom Indonesia, dan Astra International memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan.
IHSG sering digunakan sebagai acuan atau tolak ukur dalam menilai kinerja pasar saham Indonesia. Jika index ini mengalami kenaikan, itu bisa menunjukkan bahwa secara umum pasar saham Indonesia sedang dalam kondisi baik dan banyak perusahaan mengalami kenaikan harga saham. Sebaliknya jika IHSG turun, itu bisa menunjukkan penurunan kinerja pasar saham secara keseluruhan, yang bisa disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, atau masalah lainnya.
Bagi investor, IHSG merupakan alat penting dalam memantau kondisi pasar saham. Misalnya, jika harga menunjukkan tren kenaikan, investor mungkin melihat ini sebagai peluang untuk berinvestasi karena pasar saham cenderung menunjukkan kinerja yang baik. Sebaliknya jika IHSG turun, investor mungkin lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
IHSG juga digunakan sebagai acuan oleh banyak instrumen investasi, seperti reksa dana indeks atau ETF (Exchange Traded Fund) yang mengikuti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan. Sebagai contoh jika IHSG naik, reksa dana indeks yang melacak IHSG juga akan mengalami kenaikan, memberikan keuntungan bagi investor yang berinvestasi di dalamnya.
IHSG kembali berada pada wilayah koreksi setelah penutupan turun 3,05% ke level 7.137, menunjukkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar. Analisis teknikal terkini menilai posi…
Read MoreDunia pasar saham Indonesia memasuki pekan penuh gejolak, menampilkan volatilitas yang makin nyata. IHSG berada di ujung tekanan, menandakan penurunan yang cukup signifikan bagi in…
Read MoreGelombang volatilitas menghantam Bursa Indonesia, namun di balik pergerakan IHSG yang merosot, sebagian saham kecil justru mencetak lonjakan signifikan. Pada periode perdagangan 9-…
Read MoreIHSG ditutup pada level 7.137,212 setelah turun 5,91% dari 7.585,687 pekan sebelumnya. Penurunan ini menandai akhir pekan yang penuh volatilitas bagi pasar saham Indonesia. Secara…
Read MorePasar saham Indonesia sedang menghadapi fase volatilitas, dan Astra International Tbk (ASII) kembali menggelar program buyback saham dengan total nilai Rp2 triliun. Langkah ini men…
Read MoreIHSG hari ini ditutup melemah 3,05 persen di level 7.137, dengan volume transaksi mencapai Rp14,05 triliun. Penutupan yang melemah ini menjadi konteks bagi pergerakan harga saham,…
Read MoreIHSG terguncang dalam koreksi besar Jumat ini, ditutup turun 224 poin atau 3,05 persen ke level 7.137,21, menandai salah satu sesi paling berat bulan ini bagi pasar saham Indonesia…
Read MoreCetro Trading Insight mencermati penurunan signifikan IHSG pada perdagangan Jumat, menandai salah satu dinamika pasar yang paling berat bulan ini. IHSG ditutup turun 3,05% ke level…
Read MoreIHSG membuka babak perdagangan dengan nuansa tegang, dan penutupan sesi I mengukuhkan pasar berada dalam fase volatilitas tinggi. IHSG ditutup merah sebesar 133,18 poin atau 1,81%…
Read MoreMenurut analisis Cetro Trading Insight, IHSG mengalami penurunan luas pada perdagangan Jumat pagi diikuti sentimen risk-off global. Indeks utama melemah sekitar 2,29 persen ke leve…
Read More