Pasar modal Indonesia kembali mendapatkan napas segar setelah Bursa Efek Indonesia mencabut suspensi perdagangan tiga saham pada Kamis, 26 Februari 2026, menandai kembalinya likuiditas dan peluang bagi investor. Dalam laporan eksklusif Cetro Trading Insight, kami menilai langkah ini bisa menjadi katalis bagi pelaku pasar yang mencari peluang di tengah volatilitas. Pelaku pasar perlu memperhatikan dinamika harga dan volume yang bisa berubah dengan cepat seiring pembukaan kembali perdagangan.
Ketiga saham yang terdampak, POLI, SKBM, dan MYTX, sebelumnya dikunci selama satu hari perdagangan pada 25 Februari 2026 karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Suspensi ini diberikan untuk menjaga stabilitas pasar dan mencegah gerak harga yang tidak wajar. BEI menegaskan bahwa pembukaan kembali dilakukan mulai sesi I pada 26 Februari 2026 untuk menjaga kelancaran perdagangan.
Dalam konteks POLI, lonjakan harga dan dinamika volume beberapa hari terakhir mengindikasikan minat pembeli yang kuat. Momentum tersebut dapat berlanjut jika didorong berita yang mendasari dan likuiditas pasar tetap terjaga. Namun investor tetap diingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi dan arah pergerakan bisa berubah sewaktu-waktu.
POLI telah menunjukkan performa positif dalam beberapa hari terakhir, dengan kenaikan harian berkisar antara 7,14% hingga 9,80%. Pada Selasa, 24 Februari 2026, POLI tercatat menguat 8,61% ke level Rp1.955. Lonjakan ini mencerminkan respons pasar setelah masa suspensi dan menunjukkan potensi momentum jangka pendek.
Sebelumnya saham POLI sempat berada di papan FCA karena beberapa hari berturut-turut disuspend. Meski demikian, tekanan beli tetap kuat sehingga harga berhasil rebound. Analisis teknikal menunjukkan sinyal tren naik yang dapat menjadi pijakan bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum, asalkan disertai konfirmasi volume dan manajemen risiko.
Pelaku pasar perlu memperhatikan bahwa volatilitas tetap tinggi dan dinamika harga bisa berubah seiring berita maupun sentimen likuiditas bursa. Oleh karena itu, pendekatan bertahap, disiplin, dan konfirmasi dengan indikator lain menjadi kunci dalam mengambil posisi pada POLI.
SKBM juga mencuri perhatian dengan kenaikan lebih dari 24% sejak 19 Februari. Pada 24 Februari 2026, saham ini menguat 13,62% menjadi Rp1.210, dan akumulasi kenaikan dalam sebulan mencapai sekitar 112,28%. Transaksi juga menunjukkan Auto Reject atas (ARA), tanda bahwa pasar menilai saham ini sangat agresif.
MYTX berada di zona hijau sejak awal Februari dan sebelumnya berada di papan FCA dengan notasi EX karena ekuitas negatif pada laporan keuangan kuartal III-2025. Pada Selasa, 24 Februari 2026, MYTX melonjak 9,30% ke Rp94, dengan akumulasi kenaikan 141,03% sebulan. Meski demikian, saham ini masuk dalam papan pemantauan khusus yang menandakan risiko tinggi dan kehati-hatian diperlukan.
Secara keseluruhan, gerak POLI, SKBM, dan MYTX mencerminkan volatilitas tajam di pasar saham Indonesia. Investor diimbau untuk melihat laporan keuangan, likuiditas, dan kebijakan bursa yang dapat mempengaruhi arah pergerakan. Strategi yang bijak adalah diversifikasi, manajemen risiko ketat, dan pemantauan reguler terhadap faktor fundamental maupun teknikal.