Dolar AS (DXY) berada di sekitar 99.00 pada perdagangan Asia, menandai rentetan kenaikan yang cukup signifikan dalam minggu ini. Pergerakan tersebut sebagian didorong oleh harga minyak yang tetap tinggi akibat kekhawatiran pasokan global. Laporan ini, oleh Cetro Trading Insight, menekankan bagaimana dinamika geopolitik seputar Selat Hormuz menambah ketidakpastian dan memberi dukungan pada dolar sebagai aset yang relatif lebih stabil saat volatilitas energi meningkat.
Ketegangan terkait kelanjutan negosiasi antara AS dan Iran memperkuat kekhawatiran pasar tentang gangguan pasokan energi. Harga minyak WTI tercatat mendekati 95 dolar per barel dengan lonjakan sekitar 20% sejak rendah April lalu, sementara para investor menimbang dampak potensialnya terhadap laju inflasi. Ketidakpastian ini juga berdampak pada persepsi terhadap jalur kebijakan moneter The Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi lain, pasar menantikan rilis ekspektasi inflasi konsumen jangka pendek dan menengah dari University of Michigan sebagai petunjuk arah jelang keputusan kebijakan Fed. Secara umum, nada pasar terlihat berhati-hati sambil menunggu konfirmasi arah kebijakan suku bunga yang diharapkan tetap tidak berubah pada pertemuan mendatang.
Secara teknikal, DXY diperdagangkan di sekitar 98.86, sedikit berada di atas 20-day EMA yang berada di sekitar 98.80. Kondisi ini memberikan nada netral untuk sesi berikutnya sambil menilai aksi harga dalam kerangka jangka pendek. RSI 14 berada di 50, mendekati garis tengah tanpa sinyal momentum yang kuat serta menunjukkan perlunya konfirmasi arah baru dari harga.
Level support terdekat terlihat di 98.53, yang merupakan low 23 April, diikuti oleh 98.00 sebagai level lanjutan jika ada tekanan turun lebih lanjut. Sebaliknya, resistance berada di 99.16 (high 9 April) dan meluas ke 99.70 jika harga berhasil bertahan di atas 20-day EMA. Faktor utama pendorong pergerakan adalah respons pasar terhadap data inflasi dan keputusan Fed yang diantisipasi minggu ini.
Dalam hal strategi trading, para pelaku pasar bisa mempertimbangkan skenario bullish bila harga berhasil menembus 99.16 dengan target hingga 99.70, sambil mempertahankan stop di 98.53 untuk menjaga rasio risiko-imbalan yang memadai. Namun, jika harga turun menembus 98.53, potensi koreksi menuju 98.00 dapat muncul dan pasar akan menilai ulang ekspektasi kebijakan moneter. Analisis ini disusun berdasarkan data teknikal saat ini dan dinamika energi yang menjadi faktor pendukung utama bagi gerak dolar.