Index DXY memulihkan sekitar separuh kerugian awalnya dan diperdagangkan mendekati 97,60 pada sesi Eropa. Pergerakan ini menandakan daya tahan dolar meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih. Analis menilai arah jangka pendek masih rentan berubah jika data selanjutnya mendukungnya. Media kami Cetro Trading Insight menekankan bahwa kebijakan perdagangan dan komentar pejabat bank sentral menjadi faktor utama dalam pergerakan dolar saat ini.
Faktor utama yang membentuk momentum dolar adalah dinamika kebijakan AS dan ketidakpastian seputar perlindungan perdagangan. Investor juga mengawasi perkembangan data ekonomi serta komentar pejabat bank sentral yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Meskipun ada pemulihan terbatas, risiko kebijakan dapat mengubah arah dolar dalam beberapa hari mendatang.
Laporan dari Cetro Trading Insight saat ini menyoroti bahwa fokus pasar tetap pada bagaimana kebijakan perdagangan dan suku bunga saling mempengaruhi. Pernyataan pejabat Federal Reserve di minggu ini diperkirakan akan memberi petunjuk terhadap jalur kebijakan bunga. Kombinasi data fiskal dan moneter menjadi kunci untuk memahami pergerakan selanjutnya di DXY dan pasar valas secara umum.
Pada hari Jumat Mahkamah Agung AS menantang kebijakan tarif Trump dengan menyatakan langkah tersebut ilegal. Langkah ini menambah ketidakpastian kebijakan perdagangan dan memicu respons dari pemerintahan Trump. Untuk menanggapi, Trump mengumumkan kenaikan tarif global sebesar 15% guna mengimbangi dampak putusan tersebut.
Kejadian ini menambah tekanan pada dolar, terutama karena investor menilai kebijakan AS yang lebih proteksionis bisa menambah volatilitas. Pasar menanggung kekhawatiran mengenai kredibilitas kebijakan AS dan dampaknya terhadap perdagangan internasional. Reaksi pasar valuta asing cenderung tidak seragam, dengan beberapa pasangan menunjukkan koreksi sementara meski sentimen masih fluktuatif.
Dari sisi fundamental, faktor risiko politik dan kebijakan dapat menguatkan volatilitas mata uang utama di minggu-minggu mendatang. Analisis pasar menekankan pentingnya pemantauan perkembangan kebijakan fiskal dan komentar pejabat bank sentral. Kekuatan dolar bisa berubah jika respons kebijakan perdagangan berbeda di negara mitra utama dan jika data ekonomi membaik.
Secara kuantitatif, data PDB Q4 AS menunjukkan pertumbuhan 1,4% YoY, turun jauh dari ekspektasi sekitar 3%. Penurunan ini menyoroti perlambatan aktivitas ekonomi meski sektor swasta menunjukkan moderat positif. BEA menyatakan bahwa perlambatan ini menjadi faktor penekan bagi prospek kebijakan moneter dalam beberapa kuartal mendatang.
Survei PMI swasta Februari menunjukkan indeks komposit sebesar 52,3, turun dari 53,0 pada bulan sebelumnya. Ekspansi tetap ada karena kinerja manufaktur dan layanan keduanya membaik secara moderat. Namun angka yang lebih rendah mencerminkan momentum yang melambat, sehingga pasar menantikan arahan lebih jelas dari Federal Reserve.
Menatap ke depan, para pelaku pasar menunggu pidato pejabat Fed untuk petunjuk perubahan suku bunga dan jalur kebijakan. Kebijakan moneter yang lebih dovish atau hawkish dapat memicu reaksi likuiditas di pasar dolar dan pasangan utama. Dengan risiko imbalan relatif, investor disarankan memantau rilis data ekonomi berikutnya dan mengelola risiko secara hati-hati.