Pada pertemuan informal di Belgia pada 12 Februari, para pemimpin Uni Eropa membahas bagaimana mengembalikan daya saing dan pertumbuhan jangka panjang. Ringkasnya, pembicaraan menunjukkan Eropa mencoba menyelaraskan arah dengan fokus Jerman pada deregulasi, penyederhanaan regulasi, serta integrasi pasar tunggal dan pasar energi yang lebih terkoordinasi. Sementara itu, Prancis mendorong kebijakan Made-in-Europe dan peningkatan investasi publik, dengan opsi pembiayaan yang melibatkan eurobond, meski perselisihan antara negara anggota tetap terlihat jelas.
Analisis para peneliti menunjukkan agenda tersebut menekankan perlunya tindakan konkret untuk memastikan Eropa memiliki peran lebih kuat di kancah global. Banyak pihak berpendapat bahwa realisasi target tergantung pada kemampuan untuk menormalkan aturan-aturan lintas negara sehingga pasar tunggal berfungsi lebih efisien, sambil menjaga kerangka fiskal yang prudent.
Meski ada optimisme, para pengamat menilai bahwa banyak rintangan tetap ada. Harmonisasi pajak, pensiun, dan jaminan sosial menjadi fokus utama yang dibahas, meski masih jauh dari jaminan pelaksanaannya. Keputusan akhir ditunggu pada pertemuan puncak berikutnya di Maret, ketika ide-ide luas perlu diubah menjadi langkah-langkah praktis.
Menurut pernyataan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonia Costa, Eropa tampak mengikuti pendekatan Jerman meski tanpa peningkatan pengeluaran fiskal yang besar. Banyak komentar menyiratkan bahwa targetnya adalah pembersihan kebijakan dan gerak menuju pasar tunggal yang lebih berfungsi, meskipun realisasinya akan memakan waktu dan kerja sama lintas negara.
Para analis memperingatkan bahwa kemajuan nyata bergantung pada reformasi besar seperti penyelarangan pajak, kebijakan pensiun, program jaminan sosial, serta kerangka hukum tenaga kerja. Jika reformasi ini terwujud, pasar tenaga kerja bisa menjadi lebih dinamis dan investasi di wilayah euro bisa lebih menarik. Namun adanya perbedaan kepentingan antarnegara tetap menjadi hambatan.
Langkah konkret dinanti pada Summit UE bulan Maret, yang akan mengubah gagasan menjadi tindakan nyata. Meski demikian, para pemimpin menekankan perlunya kemauan politik untuk mengeksekusi rencana-rencana itu, mengingat bahwa Eropa ingin menegaskan posisinya secara global sebagai pemain ekonomi dan politik.
| Aspek | Rencana Reformasi | Implikasi terhadap Pasar |
|---|---|---|
| Pajak | Harmonisasi antarnegara anggota | Pengurangan distorsi biaya dan kepastian berbisnis |
| Pensiun | Penyelarasan usia pensiun dan manfaat | Pengelolaan beban fiskal dan stabilitas pekerjaan |
| Pekerjaan | Regulasi tenaga kerja lebih seragam | Pasar kerja lebih gesit dan kompetitif |