EUR/USD turun mendekati 1.1840 menanti petunjuk FOMC dan negosiasi Iran-AS

EUR/USD turun mendekati 1.1840 menanti petunjuk FOMC dan negosiasi Iran-AS

Signal EUR/USDSELL
Open1.184
TP1.174
SL1.190
trading sekarang

EUR/USD terkoreksi mendekati 1.1840 pada awal sesi Eropa hari ini, memperlihatkan tekanan pada pasangan mata uang utama. Permintaan terhadap dolar AS kembali menguat seiring data-data ekonomi global yang masih menunjukkan perbaikan, meski adanya beberapa pemicu risiko tersendiri. Pasar juga menantikan rilis risalah FOMC yang dijadwalkan hari ini untuk petunjuk lanjut mengenai arah kebijakan moneter.

Para analis menyebut bahwa prospek pertumbuhan AS membaik mengurangi tekanan turun terhadap dolar dan memberikan dukungan bagi greenback. Dan Tobon, kepala strategi FX G10 di Citi, menekankan bahwa sentimen yang lebih fokus pada pertumbuhan dan irama politik yang lebih tenang bisa memperkuat dolar secara bertahap. Secara teknikal, level 1.1840 menjadi area kunci yang membatasi pergerakan euro terhadap dolar.

Sementara itu, harapan mengenai kemajuan negosiasi AS dengan Iran dapat meningkatkan sentimen risiko dan memberikan peluang bagi mata uang berisiko, termasuk euro. Pejabat Iran dan Amerika Serikat menyatakan adanya pemahaman prinsip utama untuk menyelesaikan program nuklir Teheran, meski pekerjaan teknis masih diperlukan. Pasar juga menantikan pembacaan PMI awal zona euro dan Jerman yang akan dirilis pada Jumat; data yang lebih kuat dari ekspektasi bisa menahan tekanan pada dolar dan memberi dukungan pada EUR dalam jangka pendek.

Dinamika dolar tampak mendapat dorongan dari perbaikan prospek pertumbuhan AS, yang mengurangi tekanan bagi greenback. Meski demikian, jika negosiasi Iran-AS membaik, sentimen risiko bisa rebound dan membantu mata uang berisiko seperti euro. Dalam beberapa hari, fokus investor juga tertuju pada pembacaan PMI awal Zona Eropa dan Jerman untuk menguji kekuatan ekonomi regional.

Beberapa pengamat menilai bahwa rencana pertemuan FOMC serta komentar pejabat Bank Sentral AS bisa menambah volatilitas di pasar valuta. Jika risalah FOMC menunjukkan jalur penurunan suku bunga lebih lanjut, pasangan ini bisa berisiko tertekan lebih lanjut. Namun, jika PMI zona euro dan Jerman menunjukkan dinamika saat ini yang lebih kuat, EUR bisa mendapatkan dukungan dan membatasi pelemahan dolar.

Data PMI yang lebih kuat dari perkiraan akan menjadi sinyal kunci bagi arah EURUSD. Selain itu, kemajuan dalam negosiasi Iran-AS akan menjadi faktor pendukung euro jika risiko diminimalkan. Pelaku pasar menantikan komentar para pembuat kebijakan untuk mengarahkan volatilitas dalam beberapa sesi ke depan.

Situasi saat ini menunjukkan bahwa bias untuk EURUSD lebih cenderung turun pada jangka pendek, didorong oleh dominasi dolar yang cukup kuat. Banyak trader melihat 1.1840 sebagai zona penting yang membatasi upside EUR. Meski begitu, dinamika data regional dan pernyataan kebijakan bisa mengubah arah dengan cepat.

Rencana trading bisa mengatur posisi jual jika EURUSD menembus support terdekat dengan konfirmasi dari indikator teknikal dan pelambatan momentum. Disarankan untuk mempertahankan risk-reward minimal 1:1.5, sehingga ukuran posisi perlu disesuaikan dengan stop loss sekitar 60 pips dan target sekitar 100 pips. Manajemen risiko tetap penting mengingat potensi volatilitas yang didorong oleh rilis FOMC minutes.

Sebagai gambaran umum, risalah FOMC dan data PMI akan menjadi fokus utama di minggu ini. Jika PMI zona euro mengejutkan dengan data kuat, euro bisa mencoba rebound terhadap dolar. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan panduan bagi pelaku pasar.

broker terbaik indonesia