Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran pasar terkait kinerja NZDUSD. Data penjualan ritel kuartal keempat Selandia Baru naik sebesar 0.9% secara QoQ, melampaui ekspektasi 0.6%. Peningkatan ini menunjukkan adanya permintaan domestik yang resilient meskipun momentum pertumbuhan melambat dibanding kuartal sebelumnya.
RBNZ mempertahankan kebijakan akomodatif dengan suku bunga resmi pada 2.25%, seperti yang diproyeksikan pasar. Bank sentral menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap lunak hingga inflasi kembali ke titik tengah rentang target dalam tahun depan. Ketidakpastian kebijakan yang terbatas menambah nada hati-hati terhadap kiwi dan menekan peluang reli yang berkelanjutan dalam jangka pendek.
Para pelaku pasar memperhitungkan bahwa pergerakan NZDUSD akan tetap terbatas karena ruang untuk pengetatan kebijakan lebih lanjut sangat kecil di sisa tahun ini. Ekspektasi bahwa Fed dan kebijakan ekonomi global akan menjaga volatilitas rendah turut menyokong konsolidasi nilai tukar NZD. Implikasi dari data domestik kuat itu adalah kiwi tetap menarik bagi investor jangka menengah meski risk sentiment global sedang berubah.
Indeks dolar AS stabil ketika pasar menimbang langkah kebijakan perdagangan dan sinyal dari Federal Reserve. Aduan tarif global dan bagaimana kebijakan moneter AS akan membentuk arus investasi menjadi fokus utama pelaku pasar. Ketidakpastian mengenai stabilitas kebijakan menambah volatilitas terbatas di sesi perdagangan terkini.
DXY sekitar 97.67 pada saat penulisan, dengan intraday rendah sekitar 97.35. Pergerakan ini menunjukkan bahwa dolar tidak mengalami lonjakan signifikan meskipun isu perdagangan tetap relevan. Pasar menunggu sinyal lanjutan dari otoritas kebijakan untuk memberi arah pada pasangan mata uang utama.
Gubernur Fed Christopher Waller menyiratkan dukungan terhadap pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin jika diperlukan, menggarisbahi fokus pada kekuatan pasar tenaga kerja. Ia menilai bahwa permintaan tenaga kerja mulai melemah lebih cepat daripada pasokan, sehingga perlambatan pekerjaan bisa berlanjut. Kombinasi ini mendorong narasi bahwa kebijakan moneter bisa menyesuaikan jika tekanan inflasi tetap rendah.
Data pesanan pabrik AS Desember turun 0.7% MoM, melampaui ekspektasi kenaikan 1.1% dan menambah kekhawatiran terhadap momentum pertumbuhan. Penurunan tersebut memperkuat pandangan bahwa dinamika produksi bisa menjadi hambatan bagi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Investor menilai risiko terhadap aset berisiko dalam konteks ini lebih rendah tetapi tetap waspada terhadap kejutan kebijakan.
Di Selandia Baru, meskipun data ritel menunjukkan daya tahan konsumsi, nada kebijakan RBNZ tetap akomodatif. Kebijakan tersebut menahan tekanan untuk pengetatan agresif dan menjaga biaya pinjaman tetap kompetitif. Karena itu, pergerakan NZDUSD cenderung berada pada kisaran terbatas dalam beberapa sesi ke depan.
Sesuai isi artikel, tidak ada rekomendasi sinyal trading eksplisit untuk instrumen ini. Karena informasi yang tersedia bersifat makro dan kebijakan, sinyal trading dipandang tidak cukup untuk mengambil posisi. Oleh karena itu sinyal yang diberikan adalah "no" dengan asumsi risiko-imbangan yang konservatif.