Putusan Mahkamah Agung AS terhadap IEEPA: Dampak Makro dan Arah Kebijakan Perdagangan

trading sekarang

Beberapa ekonom ABN AMRO, Rogier Quaedvlieg, Arjen van Dijkhuizen, dan Bill Diviney, mengevaluasi bagaimana pembatalan wewenang Presiden untuk mengenakan tarif berbasis IEEPA mempengaruhi tingkat tarif AS secara keseluruhan. Mereka mencatat bahwa meskipun ada penurunan marginal, beban tarif secara historis tetap berada pada level tinggi.

Analisis menekankan bahwa Pasal 122 serta instrumen sektoral seperti Pasal 232 dan Pasal 301 kemungkinan besar tetap digunakan untuk merangkai ulang pola tarif. Dalam skenario dasar, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan jalur fiskal AS dipandang terbatas.

Menurut Cetro Trading Insight, dinamika kebijakan ini tetap cair karena tantangan hukum yang berpotensi muncul di masa mendatang; meski demikian, administrasi masih menimbang jalur regulasi lain yang bisa menjaga arah kebijakan tanpa merombak paket besar secara langsung.

Secara fiskal, analisis menunjukkan dampak yang relatif terbatas. Penurunan tarif tahun ini telah terealisasi, dan pengembalian biaya tarif tahun sebelumnya bisa menambah defisit, meski tidak mengubah jalur utang secara fundamental.

Riset juga menunjukkan bahwa dampak terhadap inflasi tidak diharapkan signifikan. Bahkan jika ada pengembalian sebagian biaya terkait tarif, efeknya tidak cenderung menyalurkan tekanan harga kepada konsumen secara besar-besaran.

Ke depan, landasan hukum untuk Pasal 122 tetap dipertanyakan dan kemungkinan will menjadi subjek tantangan di pengadilan. Sementara itu, penggunaan Pasal 232 dan Pasal 301 memerlukan investigasi lebih lanjut sebelum diterapkan secara permanen, sehingga kebijakan tarif luas tidak mudah direalisasikan meski upaya bertahap bisa mendekati arah kebijakan seperti paket yang sering disebut Liberation Day.

broker terbaik indonesia