PMI Jasa ISM Stabil di 53,8, Dolar AS Menguat Ringan Pasca Rilis Data Inflasi dan Tenaga Kerja

PMI Jasa ISM Stabil di 53,8, Dolar AS Menguat Ringan Pasca Rilis Data Inflasi dan Tenaga Kerja

trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, PMI Jasa ISM untuk Januari tetap berada di 53,8, menunjukkan kelanjutan ekspansi di sektor jasa. Angka ini berada di atas ambang 50 yang menandakan kontraksi, menandakan aktivitas tetap bertumbuh meski tidak meningkat tajam. Hasilnya lebih baik dari perkiraan analis yang berada di 53,5, menambah keyakinan bahwa layanan tetap menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi.

Bagian survei mengungkap bahwa 'Prices Paid' melonjak menjadi 66,6 (revisi dari 64,3), menandakan inflasi input tetap menjadi fokus utama. Sisi tenaga kerja sektor jasa melemah tipis, dengan indeks ketenagakerjaan turun menjadi 50,3 dari 51,7, menunjukkan pullback kecil dalam pasar tenaga kerja jasa. Indeks pesanan baru juga menunjukkan kelemahan, turun menjadi 53,1 dari 56,5, menandai pengikisan permintaan yang relatif moderat.

Sejalan dengan data, reaksi pasar terhadap dolar AS cenderung bullish ringan setelah rilis, karena para investor terus menimbang laporan ADP terbaru. Dolar AS membalikkan kerugian hari sebelumnya dan kembali ke wilayah sekitar 97,50, menjaga tren pemulihan mingguan. Keseluruhan pergerakan pasar menunjukkan bahwa fokus tetap tertuju pada bagaimana inflasi dan tenaga kerja akan memandu kebijakan moneter ke depan.

Sentimen pasar terhadap dolar AS cenderung menguat sebagai respons terhadap data PMI Jasa ISM yang lebih kuat dari ekspektasi. Investor melihat angka 53,8 sebagai konfirmasi bahwa layanan tetap menjadi pendorong ekonomi meskipun momentum secara umum lesu. Pembelian dolar didorong oleh penilaian bahwa inflasi yang masih tinggi akan menjaga jalur kebijakan moneter tetap hawkish.

Investors mencerna status Inflasi melalui Indeks Harga Dibayar yang naik menjadi 66,6, menambah tekanan pada ekspektasi kebijakan. Di sisi tenaga kerja, indeks ketenagakerjaan turun menjadi 50,3 menandai adanya pullback kecil dalam kondisi pasar tenaga kerja sektor jasa. Sementara itu, pesanan baru yang meleset dari estimasi memperkuat pandangan bahwa pertumbuhan sektor jasa agak melambat.

Rilis data juga memperlihatkan DXY bergerak di sekitar 97,5, menjaga momentum mingguan positif. Hal ini membantu memulihkan sebagian kerugian yang terjadi sebelumnya. Analis menilai pergerakan dolar masih bergantung pada bagaimana data selanjutnya mempengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve.

ISM Jasa yang tetap di 53,8 menunjukkan ekonomi jasa AS masih menjadi penggerak utama pertumbuhan. Namun, meningkatnya harga input dan pelemahan sedikit pada tenaga kerja menambah tantangan bagi bank sentral untuk menilai kemajuan inflasi. Investor tetap fokus pada rencana kebijakan Fed dan rilisan data tingkat pekerjaan sebagai panduan arah kebijakan.

Karena sinyal trading saat ini tidak jelas untuk instrumen spesifik, rekomendasi sinyal perdagangan dinyatakan sebagai no. Artinya, tidak ada rekomendasi beli atau jual yang definitif berdasarkan data ini. Trader disarankan untuk meneruskan pemantauan terhadap data inflasi, tenaga kerja, dan pernyataan pejabat Fed untuk menentukan jalur kebijakan berikutnya.

Yang perlu diperhatikan ke depan adalah bagaimana data inflasi dan pekerjaan mempengaruhi ekspektasi suku bunga jangka pendek serta pergerakan dolar. Analisis teknikal akan terasa relevan jika harga menembus level kunci pada DXY, sedangkan faktor fundamental tetap menjadi penentu arah utama dalam beberapa minggu mendatang.

broker terbaik indonesia