Saham Asia Menguat Didukung AI: Fokus pada Emas, Minyak, dan Kebijakan Jepang

Saham Asia Menguat Didukung AI: Fokus pada Emas, Minyak, dan Kebijakan Jepang

trading sekarang

Di tengah kilatan inovasi AI yang membanjiri layar perdagangan global, bursa Asia bergerak dengan ritme berani meski ada kekhawatiran mengenai dampak otomatisasi pada pekerjaan. Cetro Trading Insight menilai bahwa dinamika ini dapat menambah volatilitas jangka pendek sambil membuka peluang bagi investor yang siap membaca tanda-tanda perubahan. Array indikator volatilitas menampilkan pola yang patut diwaspadai para pelaku pasar.

Para investor mencoba menjawab pertanyaan utama: kapan harga emas turun akan menambah arah bagi aset aman dan bagaimana AI akan mempengaruhi profit perusahaan terkait teknologi. Kapan harga emas turun sering dipicu oleh kekuatan dolar dan perubahan imbal hasil obligasi, sehingga menjadi fokus pembacaan arus modal. Nilai-nilai indeks di Asia mencerminkan optimisme yang berhati-hati.

Di Asia, indeks Nikkei 225 melonjak 0,93 persen menjadi 57.090,14, menandai upaya mengakhiri tren penurunan tiga hari, sementara S&P/ASX200 Australia naik 0,5 persen. Pemicunya adalah ekspektasi bahwa AI bisa mengubah lanskap profit perusahaan besar dan mendorong aliran dana ke saham berkapitalisasi besar. Sentimen regional tetap sensitif terhadap berita AI dan geopolitik yang bisa menggeser arah pasar.

Harga minyak Brent sekitar USD67,42 per barel dan WTI sekitar USD62,32, menunjukkan kestabilan meski sentimen global berputar karena negosiasi Iran-AS. Para pelaku pasar memperhatikan bagaimana pergerakan dolar mempengaruhi harga komoditas dan arus investasi. Katalis teknikal dan fiskal menambah kompleksitas bagi pergerakan minyak hari ini.

Emas tercatat turun sekitar 0,2 persen ke sekitar USD4.867 per ons, sementara perak turun sekitar margin yang sama menjadi sekitar USD73,30 per ons. Kekuatan dolar AS menjadi motor utama pelemahan emas, meski penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS memberikan sedikit dukungan. Kapan harga emas turun sering menjadi indikator penentu perubahan sentimen risiko.

Analis ANZ menilai bahwa emas mendapat dorongan dari perubahan imbal hasil yang lebih rendah, meski prospek safe haven tetap bergantung pada gejolak geopolitik. Array data pasar menunjukkan volatilitas yang moderat dan fokus investor beralih antara aset berisiko dan logam mulia.

Jepang memperkirakan lonjakan penerbitan obligasi tahunan hingga 38 triliun yen pada tahun fiskal 2029 untuk menutupi defisit, naik dari 29,6 triliun yen pada tahun fiskal 2026. Kebijakan ini menambah biaya pembiayaan utang dan berpotensi mengubah aliran modal global.

Risiko geopolitik global tetap memengaruhi persepsi risiko, meski risalah pertemuan Federal Reserve Januari akan memberikan gambaran arah suku bunga. Pasar juga terus menimbang kapan harga emas turun sebagai sinyal perubahan risiko global.

Di tengah dinamika pasar, investor tetap waspada dan menilai peluang di sektor saham serta obligasi regional. Array dinamika aliran modal menunjukkan bahwa pasar menilai berbagai skenario kebijakan, dan Cetro Trading Insight menyarankan pendekatan defensif sambil memanfaatkan peluang yang muncul dari pergeseran antara aksi korporasi dan kebijakan fiskal.

broker terbaik indonesia