TD Securities: PCE Inflation Diproyeksikan Meningkat Desember; Jalur Disinflasi Menjanjikan di 2026

TD Securities: PCE Inflation Diproyeksikan Meningkat Desember; Jalur Disinflasi Menjanjikan di 2026

trading sekarang

TD Securities memperkirakan inflasi berbasis PCE akan menguat pada Desember. PCE inti diproyeksikan naik 0,25% secara bulanan, sementara ukuran headline naik 0,27%. Angka-angka ini menandakan tekanan harga pada barang dan layanan masih bertahan di level tinggi.

Proyeksi menunjukkan PCE inti mencapai 2,9% secara tahunan dan PCE headline sekitar 2,8% pada akhir tahun. Kendati demikian, pola pergerakan harga cenderung tetap sensitif terhadap perubahan tarif dan dinamika permintaan domestik. Angka-angka tersebut membantu menggambarkan arah inflasi yang lebih luas meskipun ada variasi komponen.

Inti inflasi yang lebih tinggi dipicu oleh tarifan yang mendorong harga konsumsi dan barang modal. Tekanan ini menguatkan ekspektasi terhadap sikap kebijakan moneter The Fed. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami implikasi pasar dari dinamika inflasi.

Garis waktu untuk PCE inti menunjukkan adanya sisi sideways sekitar 0,26% bulan ke bulan. Meskipun permintaan masih kuat, tarifan impor cenderung menaikkan harga dalam jangka pendek. Faktor-faktor ini menambah tekanan pada indeks harga konsumen dan menambah urgensi kebijakan suku bunga.

Inflasi CPI Januari dinilai tidak melangkah sejalan dengan ekspektasi, dengan inti CPI yang tidak melonjak secepat yang diantisipasi. Meski demikian, sebagian kekuatan harga tidak sepenuhnya tercermin dalam proyeksi PCE kami. Hal ini menambah kompleksitas bagi prediksi jalur kebijakan The Fed di masa mendatang.

Dengan asumsi tarifan berlanjut, inflasi bisa bergerak lebih tinggi pada satu atau dua kuartal mendatang, saat core CPI mencapai sekitar 2,8% y/y pada Q2 2026. Namun tekanan harga yang lengket diperkirakan mereda di paruh kedua 2026, membuka jalan bagi disinflasi bertahap. Ketidakpastian atas jalur kebijakan dan respons pasar membuat investor perlu berhati-hati.

Implikasi kebijakan menunjukkan kemungkinan sikap Fed yang lebih hawkish jika inflasi tidak mending pada level target. Pasar obligasi jangka pendek hingga menengah bisa menilai risiko kenaikan imbal hasil lebih lanjut. Sinyal ini juga dapat mempengaruhi ekspektasi suku bunga jangka panjang dan struktur kurva imbal hasil.

Di sisi pasar valuta asing, pergerakan harga dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi inflasi dan imbal hasil. Perubahan kurs bisa terjadi terutama terhadap pasangan yang sensitif terhadap dolar, tergantung pada respons kebijakan dan data inflasi mendatang. Investor perlu memantau rilis data berikutnya untuk menilai peluang trading yang lebih konkret.

Untuk konteks perdagangan pada pasangan EURUSD, informasi dalam laporan ini belum cukup menjadi sinyal beli maupun jual secara tegas. Karena tidak ada instrumen spesifik yang dibahas secara langsung, rekomendasi trading saat ini disampaikan dengan nada hati-hati. Dalam kerangka risiko-reward, disarankan menunggu konfirmasi data lebih lanjut sebelum mengambil posisi.

broker terbaik indonesia