GBP/JPY berada pada tekanan defensif setelah data pekerjaan di Inggris mengecewakan, memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga Bank of England (BoE) tahun ini. Pasangan ini kehilangan momentum dan berbalik dari dua hari kenaikan. Menurut Cetro Trading Insight, fokus pasar mengarah pada bagaimana langkah kebijakan moneter akan mempengaruhi pasangan mata uang inti antara GBP dan JPY.
Harga saat ini diperdagangkan sekitar 207.28, turun sekitar 0.93% pada periode ini dan mendekati level terendah dua bulan. Sementara itu, Yen menguat secara luas didorong oleh optimisme terhadap agenda kebijakan pro-stimulus pemerintah Jepang dan kemungkinan BoJ menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Komposisi berita itu menambah dinamika risk-on/risk-off di ruang forex.
Secara teknikal, kerangka 4 jam menunjukkan struktur jangka pendek berubah menjadi bearish, dengan harga berada di bawah moving averages utama dan osilator momentum berada di wilayah negatif. Penembusan di bawah level 210.00 secara psikologis menambah tekanan jual dan membuka jalan menuju level support berikutnya. Indikator MACD menunjukkan histogramnya sedikit di bawah garis nol, memperkuat bias penurunan, sementara RSI mendekati wilayah oversold di sekitar 31.
Indikator Moving Average menambah konfirmasi bias negatif: 21-SMA telah melintasi di bawah 50-SMA dan kini bertindak sebagai resistance dekat 208.58, menahan upmove lebih lanjut. Garis moving averages yang menurun menambah tekanan pada kegagalan pembalikan di area kunci. Penjual tetap mendominasi struktur jangka pendek.
Level penting untuk diperhatikan adalah 207.00 sebagai area support terdekat, dengan 205.00 menjadi target dukungan berikutnya jika penurunan berlanjut. Break di bawah 207.00 diperkirakan meningkatkan momentum jual menuju 205.00. Namun, penembusan kembali di atas 210.00 diperlukan untuk mengubah arah bias jangka pendek.
Upside menuju 212.00 tetap menjadi zona resistance berikutnya jika harga berhasil menembus 210.00 secara jelas. Pair menampilkan dinamika yang curam antara support dan resistance utama, sehingga setiap pergerakan kecil bisa memicu aksi jual besar atau pembalikan harga singkat. Momentum teknikal juga mengindikasikan potensi peluang breakout jika volume meningkat.
Sinyal trading dari analisa teknikal menunjukkan peluang SELL pada GBP/JPY dengan target 205.00 dan stop loss di 208.50. Struktur risiko-reward yang diharapkan berada di atas 1:1.5, sesuai standar manajemen risiko untuk skenario bearish ini. Trader bisa memanfaatkan retracement singkat untuk entri di sekitar 207.0–207.5 sebelum melanjutkan penurunan.
Perlu diperhatikan bahwa faktor fundamental terkait data tenaga kerja Inggris dan ekspektasi BoE akan tetap menjadi katalis utama, meskipun sinyal teknikal saat ini lebih dominan. Jika data pekerjaan Inggris membaik secara signifikan, peluang rebound bisa muncul, namun akan menuntut konfirmasi dari breakout di atas 210.00. Trader disarankan mengikuti pembaruan berita moneter secara berkala.
Rencana manajemen risiko meliputi menjaga jarak stop loss yang cukup luas untuk mengakomodasi volatilitas, dengan target profit jelas di 205.00. Sesuaikan ukuran posisi sesuai tolerance risiko pribadi dan gunakan trailing stop jika memungkinkan untuk mengunci sebagian keuntungan pada pergerakan menuju dukungan 205.00.