EUR/USD Tertekan di Lembah Baru: Break Trendline dan Data Sentimen Jerman-Zona Euro Menguatkan Tekanan

EUR/USD Tertekan di Lembah Baru: Break Trendline dan Data Sentimen Jerman-Zona Euro Menguatkan Tekanan

Signal EUR/USDSELL
Open1.183
TP1.168
SL1.193
trading sekarang

EURUSD telah menembus ke level terendah baru di sekitar 1.1830 dalam tren turun yang berangkat dari high pekan lalu di sekitar 1.1925. Pergerakan harga menunjukkan tekanan jual yang meningkat seiring pelaku pasar mengevaluasi data-data makro dan indikasi kebijakan moneter. Dalam konteks ini, pelaku pasar lebih fokus pada potensi langkah ECB di tengah tantangan inflasi yang beragam.

Saat ini harga bergerak tepat di atas area 1.1830, dengan momentum bearish yang mulai menguat. Break di bawah level tersebut memperkuat peluang untuk menguji support berikutnya di sekitar 1.1775 jika tekanan jual berlanjut. Indikator teknikal pada kerangka 4 jam menunjukkan momentum yang cenderung menurun dan konstelasi bearish mulai terkonfirmasi.

Analisis kami di Cetro Trading Insight menegaskan bahwa pergerakan ini bagian dari dinamika pasar yang sensitif terhadap berita ekonomi. Investor disarankan memantau perubahan likuiditas dan konfirmasi arah dari rilis data AS serta nada pernyataan kebijakan. Sinyal ini lebih menekankan peluang penawaran daripada pembelian dalam jangka pendek.

Data sentimen ekonomi Jerman dan zona euro menunjukkan pelemahan yang lebih luas dari yang diperkirakan. ZEW Sentiment untuk Jerman turun menjadi 58.3 pada Februari dari 59.6 pada Januari, di bawah ekspektasi 65.0. Kondisi saat ini, meskipun membaik menjadi -65.9 dari -72.7, tetap di bawah konsensus -65.7. Data ini menambah tekanan pada euro dan menjaga ekspektasi pelonggaran kebijakan tetap hidup.

Sentimen ekonomi zona euro juga menurun, dengan Economic Sentiment Index menjadi 39.4 di Februari, turun dari 40.8 dan melanjutkan tekanan terhadap prospek jangka pendek. Di sisi inflasi, Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) menunjukkan deflasi 0.1% secara bulanan pada Januari, sementara inflasi tahunan naik menjadi 2.1% dari 2.0%.

Faktor-faktor ini menjaga harapan akan pengetatan kebijakan moneter di dunia luar tetap bernada negatif untuk euro, sementara dolar AS mempertahankan bias naik tipis menjelang data penting. Rilisnya data US Empire State Manufacturing Index dan mini-book Fed, serta laporan GDP dan inflasi PCE, bisa menjadi penentu arah pasar pada akhir pekan. Bagi trader jangka pendek, pergerakan ini memperkuat skenario bearish terhadap EURUSD.

Secara teknikal, EURUSD telah menembus garis tren mendukung sejak pertengahan Januari dan kini menguji rendah mingguan di area 1.1830. MACD berada di wilayah negatif dan RSI turun di bawah 40, menunjukkan momentum bearish yang semakin kuat. Break kunci di bawah 1.1830 tetap menjadi sinyal untuk melanjutkan penurunan menuju support 1.1775 jika harga mampu bertahan di bawah level tersebut.

Secara arah, upside potensial berada di atas 1.1870 dan 1.1890, dengan target resistance terakhir di sekitar 1.1925. Kenaikan yang menembus level tersebut akan mengalihkan fokus kembali ke pola harga di kisaran 1.1925 dan 1.1950, tetapi peluang ini tetap tergantung pada rilis data dan sentimen pasar. Trader disarankan berhati-hati terhadap pembalikan palsu di sekitar level 1.1830.

Rencana trading yang direkomendasikan (berdasarkan analisis ini) adalah membuka posisi jual pada EURUSD saat harga diperdagangkan di 1.1830 dengan target 1.1680 dan stop loss di 1.1930, memberikan risiko-risiko sekitar 1:1.5 sesuai prinsip manajemen risiko. Skema ini memenuhi prinsip buy/sell sesuai arus pasar, dengan fokus pada koreksi menuju level teknikal dan zona tekanan. Catatan penting: semua rekomendasi dipublikasikan oleh Cetro Trading Insight dan bukan nasihat keuangan; lakukan riset lanjutan sebelum mengambil keputusan.

broker terbaik indonesia