RBNZ Tahan OCR di 2,25% dengan Proyeksi Kenaikan Lebih Dini, NZD Didorong

RBNZ Tahan OCR di 2,25% dengan Proyeksi Kenaikan Lebih Dini, NZD Didorong

trading sekarang

Badan riset Brown Brothers Harriman (BBH) menyatakan RBNZ akan mempertahankan Official Cash Rate (OCR) di 2,25% pada pertemuan hari ini. Meski inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan, bank sentral diperkirakan akan merevisi proyeksinya ke arah kenaikan yang lebih dini. Narasi ini menandai pergeseran kebijakan moneter menuju pengetatan lebih lanjut di masa depan.

Menurut analis BBH, harga swap menunjukkan sekitar 50 basis poin kenaikan dalam 12 bulan ke depan, sebuah sinyal yang mendukung NZD. Dengan kondisi tersebut, potensi penguatan terhadap dolar AS muncul meski OCR tetap hold saat ini.

Cetro Trading Insight menilai fokus utama hari ini adalah pembaruan proyeksi OCR. Dengan inflasi yang masih membandel dan pasar tenaga kerja yang kuat, peluang untuk penyesuaian kebijakan lebih lanjut tetap ada, meskipun jalur kebijakan saat ini lebih terkendali. Laporan ini disusun untuk membantu pembaca memahami dinamika kebijakan RBNZ dan dampaknya bagi mata uang NZD.

Dalam konteks ini, kurva swap menunjukkan sekitar 50bps tambahan kenaikan OCR dalam satu tahun ke depan, yang menambah potensi dukungan bagi NZD terhadap mata uang utama.

Inflasi yang tetap di atas target serta perbaikan pasar tenaga kerja meningkatkan peluang bahwa RBNZ akan mengangkat proyeksi kenaikan OCR lebih cepat dari ekspektasi sebelumnya.

Dengan ekspektasi kebijakan yang lebih agresif, posisi NZD terhadap dolar saat ini dapat menguat, meskipun volatilitas tetap tinggi saat data ekonomi bergejolak.

Bagi pelaku pasar, skenario OCR yang tahan menambah fokus pada bagaimana data inflasi berikutnya akan mempengaruhi kecepatan pengetatan kebijakan. Investor perlu memantau sinyal dari pernyataan bank sentral dan data makro terbaru untuk menilai risiko jangka pendek.

Tren kebijakan yang lebih agresif cenderung menarik minat terhadap aset berbasis mata uang NZD dan strategi alokasi risiko yang lebih fleksibel, termasuk pertimbangan diversifikasi lintas mata uang.

Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian dari media Cetro, untuk membantu pembaca memahami implikasi kebijakan RBNZ dan langkah yang mungkin diambil pelaku pasar.

broker terbaik indonesia