ING: Inflasi NZ lebih tinggi dari prediksi, RBNZ diperkirakan hawkish meski hold Februari

ING: Inflasi NZ lebih tinggi dari prediksi, RBNZ diperkirakan hawkish meski hold Februari

trading sekarang

Analisis terbaru dari Francesco Pesole, analis ING, menegaskan bahwa proyeksi RBNZ pada November 2025 terlalu optimis dalam menahan inflasi. Data CPI terbaru menunjukkan angka yang melampaui estimasi bank. Ketika inflasi tetap tinggi, tekanan terhadap kebijakan moneter pun tetap besar.

ING memperkirakan RBNZ akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Februari, tetapi proyeksi inflasi yang lebih tinggi akan mendorong jalur kenaikan yang lebih agresif di masa mendatang. Menurut catatan mereka, ada dua kenaikan suku bunga pada 2026 dan satu lagi pada 2027, karena harga yang sticky menghalangi pelemahan agresif tahun lalu. Pandangan ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa cepat bank sentral akan mengubah arah kebijakan.

Ketegangan inflasi tercermin dalam data Q4. CPI YoY sebesar 3.1 persen melampaui ekspektasi 2.7 persen, sedangkan CPI non tradable 3.5 persen dibanding proyeksi 3.2 persen. Pertanyaan muncul apakah pemangkasan suku bunga pada tahun lalu terlalu agresif sehingga memicu tekanan inflasi yang lebih kuat. Bank nantinya akan mengandalkan bahasa panduan kebijakan untuk mengarahkan pasar.

Pasar menilai bagaimana RBNZ mengubah bahasa kebijakan sejalan revisi inflasi ke arah yang lebih tinggi. Jika inflasi revisi naik, jalur kenaikan bisa dipercepat dan menambah tekanan pada proyeksi suku bunga ke depan. Dalam konteks ini, rilis data akan menjadi pendorong utama pergerakan pasar.

ING memperkirakan inflasi tidak turun di bawah 2.4 persen sepanjang tahun ini. Proyeksi untuk 1Q sekitar 2.7–2.8 persen, jauh di atas estimasi RBNZ 2.3 persen. Asumsi serupa dapat memicu revisi jalur kebijakan ke depan. Mereka melihat dua kenaikan hingga 2.75 persen tahun ini, dimulai sekitar September atau Oktober, dan satu kenaikan lagi pada 2027 menuju level netral 3.0 persen.

Proyeksi ini menyiratkan dua kenaikan hingga 2.75 persen tahun ini, dimulai sekitar September atau Oktober, dan satu kenaikan lagi pada 2027 menuju level netral 3.0 persen. Jalur hawkish dianggap diperlukan untuk menyeimbangkan inflasi yang kaku dan menghindari ekspektasi inflasi yang lebih tinggi. Laporan ini disusun dengan bantuan alat AI dan telah direview oleh editor.

Implikasi bagi Pasar NZD dan Strategi Trading

Implikasi untuk pasar NZD adalah adanya kemungkinan dukungan jika inflasi tetap kaku dan ekspektasi kenaikan suku bunga terpelihara. Secara teknikal, perubahan ekspektasi kebijakan dapat mendorong permintaan terhadap NZD terhadap pasangan utama. Investor juga harus mewaspadai kejutan data inflasi yang bisa mengubah lintasan kebijakan di bulan-bulan mendatang.

Tren di pasar FX akan sangat bergantung pada perilaku data inflasi dan pernyataan kebijakan. Keterangan mengenai jalur kenaikan di masa mendatang akan menjadi fokus utama bagi pelaku pasar. Sinyal kebijakan yang jelas bisa menambah volatilitas tetapi juga peluang bagi manajemen risiko yang tepat.

Dalam laporan akhir, Cetro Trading Insight menekankan bahwa pola fundamental menjadi pendorong utama pergerakan NZDUSD. Pelaku pasar disarankan untuk memantau rilis inflasi berikutnya dan bahasa kebijakan RBNZ untuk menilai peluang jangka menengah. Perkiraan ini menyoroti pentingnya menjaga posisi risiko sesuai dengan dinamika kebijakan dan data ekonomi.

broker terbaik indonesia