Analisis dari para ahli di National Bank Of Canada, Ethan Currie dan Taylor Schleich, menegaskan bahwa lintasan fiskal AS tetap tidak berkelanjutan meski pendapatan dari tarif meningkat. Mereka menilai bahwa defisit kumulatif membesar dibandingkan proyeksi sebelumnya, meningkatkan beban utang jangka menengah hingga panjang. Akibatnya, jaminan finansial negara terasa lebih rapuh jika kebijakan fiskal tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Para analis menekankan perlunya reformasi fiskal yang berkelanjutan untuk menahan risiko finansial di masa depan.
Laporan CBO kini menunjukkan defisit yang lebih besar dari outlook Januari 2025, didorong oleh paket kebijakan besar dan kebijakan imigrasi yang lebih ketat. One Big Beautiful Bill disebut-sebut sebagai bagian dari upaya fiskal tetapi meningkatkan kompleksitas pembiayaan jangka menengah. Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan juga menambah risiko terhadap stabilitas anggaran dan dinamika pertumbuhan. Di sisi lain, para pembuat kebijakan menghadapi tekanan politik menjelang pilkada untuk menyeimbangkan kebutuhan fiskal dengan tuntutan elektoral.
Ketidakpastian politik soal tarif dan masa depan kebijakan perdagangan menambah risiko bagi lanskap makro AS. Meskipun beberapa proyeksi menilai defisit utama bisa menurun dalam dekade mendatang, skenario tersebut mengandalkan stabilitas kebijakan yang masih rapuh. Cetro Trading Insight menekankan bahwa investor perlu memperhatikan sinyal kebijakan di gedung Capitol dan bagaimana kebijakan tarif dapat berubah. Laporan ini disusun untuk membantu pembaca memahami dinamika fiskal melalui lensa analitis eksekutif kami.
| Aspek | Keterangan | Implikasi |
|---|---|---|
| Proyeksi Defisit | Lebih buruk dari outlook Jan-2025 | Menambah tekanan fiskal jangka menengah |
| Tarif dan Perdagangan | Ketidakpastian kebijakan memperburuk profil biaya | Meningkatkan volatilitas kebijakan |
Tarif dipandang sebagai instrumen sementara dan bukan solusi fiskal. Defisit besar tetap menjadi fokus kebijakan meskipun tarif membawa pendapatan tambahan. Para analis menekankan bahwa poros kebijakan fiskal harus selaras dengan reformasi struktural untuk memperbaiki kualitas anggaran.
Perubahan kebijakan perdagangan dan ketidakpastian menjelang pemilu meningkatkan volatilitas bagi investor. Pengakuan risiko ini mendorong pelaku pasar menilai konsekuensi biaya bagi konsumsi, produksi, dan investasi. White House berada di bawah tekanan untuk mengekang utang serta biaya pemerintah dan merespons kritik terkait tarif yang berubah-ubah.
Secara keseluruhan, lanskap fiskal AS menuntut konsistensi kebijakan yang lebih besar guna menjaga stabilitas ekonomi jangka menengah. Laporan ini, disusun oleh Cetro Trading Insight, berupaya memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana perubahan kebijakan dapat mempengaruhi pasar. Pembaca didorong untuk memantau indikator fiskal utama dan dinamika tarif sepanjang proses legislasi.