Dolar AS Lemah, PDB Q3 Revisi 4,4%, PCE 2,8%; Emas Capai Rekor Tertinggi; Fokus Pasar pada Kebijakan Bank Sentral Minggu Depan

Dolar AS Lemah, PDB Q3 Revisi 4,4%, PCE 2,8%; Emas Capai Rekor Tertinggi; Fokus Pasar pada Kebijakan Bank Sentral Minggu Depan

trading sekarang

Dinamika Dolar dan Ketegangan Geopolitik

Dolar AS mengakhiri minggu di sekitar level 97,80, mendekati terendah lima minggu dan mencerminkan nada lemah akibat penghindaran risiko di pasar keuangan. Para pelaku pasar juga menimbang perkembangan geopolitik dan dinamika kebijakan ekonomi yang masih bergolak. Ketidakpastian di sepanjang minggu menjaga volatilitas tetap tinggi meskipun data ekonomi menandakan arah yang campuran.

Kekhawatiran meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 10% pada delapan negara Eropa, dengan ancaman naik seiring waktu jika Denmark menolak menjual Greenland kepada AS. Langkah ini menambah tingkat risiko perdagangan dan memperkuat tekanan pada dolar. Pasar juga memperhatikan bagaimana pernyataan tersebut bisa mempengaruhi kebijakan perdagangan dan aliran modal global.

Data PDB Q3 yang direvisi menjadi 4,4% menunjukkan bahwa ekonomi tetap bertahan meski risiko eksternal meningkat. Pasar juga mengamati arah kebijakan moneter dan pernyataan para pembuat kebijakan yang dapat mempengaruhi permintaan dolar. Dolar berada dekat level 97,80, sementara emas tampak mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik yang berkelanjutan.

Data Ekonomi AS dan Implikasi terhadap Pasar

Pertumbuhan PDB AS untuk kuartal ketiga direvisi naik menjadi 4,4% secara tahunan, menambah gambaran bahwa ekonomi masih menunjukkan dinamika positif meski adanya risiko eksternal. Revisi ini didorong oleh rebound pada konsumsi dan investasi yang memberi sinyal bahwa sektor rumah tangga tetap menjadi mesin utama pertumbuhan. Investor juga memperhatikan bagaimana data ini akan mempengaruhi jalur kebijakan moneter ke depan.

Indikator inflasi utama, PCE dan PCE inti, naik menjadi 2,8% pada November, sesuai ekspektasi pasar. Angka ini menambah tekanan pada bank sentral untuk menjaga kebijakan moneternya seimbang antara mendukung pertumbuhan dan mengendalikan inflasi. Pasar juga mencermati data PMI AS yang menunjukkan ekspansi meskipun perlahan, dengan PMI Gabungan di 51,5 sedikit di bawah perkiraan.

Secara ritel, penjualan Desember naik 0,4% secara MoM, lebih kuat dari konsensus yang memprediksi penurunan. Secara tahunan, penjualan meningkat menjadi 2,5%, melampaui proyeksi pertumbuhan 1%. Data ini menambah optimisme bahwa permintaan konsumen tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan di tengah tekanan harga yang masih relevan.

Perspektif Kebijakan Sentral dan Prospek Global

Ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor utama bagi pasar, dengan beberapa pejabat bank sentral akan berbicara untuk mengarahkan ekspektasi kebijakan. Joachim Nagel dari ECB dan Christine Lagarde dijadwalkan berbicara di London, menambah fokus pada arah kebijakan moneter zona euro. Komentar para pemimpin bank sentral lain turut diperhatikan untuk menilai perubahan kebijakan secara global.

Jadwal data mendatang meliputi PDB flash Q4 UE dan tingkat pengangguran Jerman, serta inflasi HICP awal Jerman. Selain itu, AS akan merilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal, serta Nonfarm Payrolls menjelang pertemuan kebijakan utama. Pasar juga mengikuti pembaruan dari BoC dan pernyataan pejabat BoJ terkait arah kebijakan yang bisa mempengaruhi volatilitas pasar.

Di tengah dinamika tersebut, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi karena kombinasi risiko geopolitik dan sinyal kebijakan moneter global. Investor disarankan menghindari keputusan agresif tanpa konfirmasi data, meskipun ekspektasi inflasi dan pertumbuhan tetap menjadi pilar analisis. Secara keseluruhan, gambaran makro menjelaskan potensi peluang pada aset berharga seperti emas sambil menjaga kehati-hatian terhadap pergerakan dolar.

broker terbaik indonesia