Minggu ini dolar AS melemah di tengah ketidakpastian geopolitik serta dinamika kebijakan perdagangan. Mahkamah Agung menyatakan tarif era Trump tidak sah, diikuti respons pemerintah dengan bea masuk baru yang menambah ketegangan pasar. Kendati data Produksi Harga Produsen (PPI) menunjukkan tekanan pada produksi, efeknya terhadap dolar belum cukup untuk membalik arah pasar secara signifikan.
Indeks dolar (DXY) berada di kisaran 97.60, turun sekitar 0.2% dan menutup pekan dengan penurunan ringan. Para trader tetap berhati-hati karena ketidakpastian geopolitik serta arah kebijakan moneter global dapat terus membentuk volatilitas dalam beberapa sesi ke depan. Menurut Cetro Trading Insight, nada pasar saat ini cenderung bertahan di kisaran tersebut sambil menunggu konfirmasi arah kebijakan selanjutnya.
EUR/USD berada di sekitar 1.1810, mencoba menguat setelah rilis data inflasi Jerman versi flash Februari menunjukkan pelonggaran inflasi yang lebih lemah dari ekspektasi, yaitu 2.0% YoY dan 0.4% MoM. Di sela itu, Christine Lagarde menyatakan inflasi akan kembali ke target 2% seiring waktu dan ia menegaskan masa jabatan tidak akan berakhir sebelum masa jabatan selesai. Cetro Trading Insight menilai respons pasar relatif seimbang terhadap pernyataan tersebut.
EUR/USD berupaya memulih dari tekanan dan berada di sekitar 1.1810, setelah data HICP Jerman versi flash Februari menunjukkan pelonggaran inflasi yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut menambah dukungan bagi euro meskipun pasar tetap menimbang jalur kebijakan ECB ke depan dan bagaimana bank sentral akan menyeimbangkan pertumbuhan serta harga.
GBP/USD berada di sekitar 1.3470, bangkit dari level rendah bulan ini setelah Gubernur BoE Andrew Bailey menyiratkan adanya ruang untuk pemotongan suku bunga jika inflasi kembali menembus target 2%. Optimisme terhadap langkah kebijakan BoE menjaga volatilitas pada sterling tetap tinggi di tengah ketidakpastian inflasi dan pertumbuhan area tersebut.
USD/JPY bergerak di sekitar 156.00, berada dalam zona netral setelah memulihkan sebagian besar kerugian intraday. Sementara itu, CPI Jepang inti (ex-Fresh Food) turun di bawah target BoJ 2% untuk Februari, memberikan tekanan pada ekspektasi kebijakan. AUD/USD mendekati 0.7120 karena minat terhadap data inflasi TD-MI Australia yang akan dirilis mendatang, menurut analisis favorit pasar saat ini.
USD/CAD berada di sekitar 1.3630, mendekati level rendah dua minggu setelah data AS dan Kanada dirilis. Kanada melaporkan PDB kontraksi 0.6% secara tahunan pada kuartal IV, setelah dikoreksi sebelumnya tumbuh 2.4% pada kuartal sebelumnya, menambah tekanan pada dinamika siklus ekonomi regional dan potensi perubahan kebijakan fiskal maupun moneter di masa mendatang.
Harga emas berada di sekitar $5.260 per ounce, mencapai high bulanan di tengah ketidakpastian geopolitik. Logam kuning ini tetap menjadi pilihan bagi investor sebagai aset lindung nilai di tengah volatilitas, meskipun tekanan dari data ekonomi global terus berubah-ubah.
Kalender bank sentral dan data ekonomi utama pekan ini akan membentuk arah pasar. Agenda mencakup pembicaraan pejabat ECB (Nagel, Kocher, de Guindos, Lagarde), BoE (Ramsden), RBA (Bullock) dan BoJ (Ueda), disertai rilis data seperti ISM Manufacturing dan laporan pekerjaan AS sebagai fokus utama para trader.