DXY Tahan Kekuatan Menjelang Risalah FOMC: CPI Januari yang Lemah Memicu Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga

DXY Tahan Kekuatan Menjelang Risalah FOMC: CPI Januari yang Lemah Memicu Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga

trading sekarang

Indeks dolar, DXY, tetap berada di kisaran 97,20 menjelang publikasi risalah FOMC yang dinantikan banyak pelaku pasar. Nada kehati-hatian mendominasi karena data baru bisa menambah arah kebijakan. Pasar juga menimbang volatilitas yang mungkin meningkat seiring spekulasi tentang langkah Federal Reserve.

Bayangan kebijakan ritel mengdraw perhatian karena pernyataan terkait inflasi dan pekerjaan bisa mengubah ekspektasi investor. CPI Januari yang lebih lemah meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral bisa mulai memangkas suku bunga lebih awal daripada yang diperkirakan. Meski demikian, tren pasokan petunjuk resmi membuat tetap berhati-hati di setiap rilis data.

Instrumen yang diawasi pasar, seperti CME Group FedWatch, menunjukkan probabilitas pemotongan 25 basis poin pada Juni sekitar 52,7% dan 42,7% untuk Juli. Data pekerjaan Nonfarm Payrolls Januari menunjukkan peningkatan terbesar dalam lebih dari setahun, meski tingkat pengangguran turun secara tidak terduga. Pasar tetap cermat terhadap laju inflasi inti yang diukur oleh PCE Price Index, yang masih berada dekat target meskipun disinflasi tidak merata sejak 2025.

CPI Januari yang lebih lunak menjadi fokus utama karena bisa mengubah jalur kebijakan The Fed. Data tenaga kerja Januari menunjukkan peningkatan pekerjaan yang kuat dan penurunan penganggungan, memberikan sinyal kesehatan pasar tenaga kerja. Namun, disinflasi yang belum merata memberi nuansa kompleks terhadap langkah-langkah kebijakan ke depan.

Goolsbee dari Chicago Fed menekankan bahwa CPI terbaru mengandung tanda positif dan kekhawatiran tersisa, terutama inflasi layanan. Respons pasar terhadap data inflasi inti bisa menentukan seberapa cepat bank sentral akan melonggarkan kebijakan. Selain itu, pandangan bahwa tingkat bunga bisa bergerak lebih rendah tetap ada selama kemajuan inflasi dan pasar tenaga kerja konsisten.

Para analis menimbang bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga terus berputar di kalangan investor, meskipun sentimen tetap berhati-hati. Rilis data PCE dan GDP akan menjadi pemandu utama untuk menilai arah kebijakan pada beberapa bulan ke depan. Risiko kebijakan yang lebih dovish atau hawkish bisa mengubah sentimen dolar secara signifikan.

Implikasi bagi Pelaku Pasar dan Strategi Perdagangan

Secara umum, data CPI yang lebih lembut meningkatkan ekspektasi pemotongan suku bunga dan berpotensi melemahkan indeks dolar jika data lanjutan juga mendukung pelonggaran. Perubahan arah kebijakan dapat mendorong aliran modal ke aset berisiko, meskipun volatilitas tetap tinggi karena ketidakpastian data ekonomi. Investor perlu menilai jalur inflasi dan tenaga kerja sebelum membuat keputusan besar.

Pelaku pasar perlu memantau data PCE dan GDP untuk menilai arah kebijakan lebih lanjut, serta menunggu risalah FOMC untuk memahami bias komite. Komentar pejabat bank sentral juga berpotensi mengubah sentimen dan volatilitas pasar dolar. Karena data yang relevan masih dinamis, strategi investasi sebaiknya fokus pada manajemen risiko dan diversifikasi portofolio.

Karena tidak ada sinyal trading spesifik dalam konten ini, investor disarankan menunda eksekusi posisi besar. Prioritaskan stop loss dan ukuran posisi yang sesuai dengan toleransi risiko. Tetap waspada terhadap rilis data ekonomi utama berikutnya dan perkembangan kebijakan internasional yang bisa mempengaruhi dolar.

broker terbaik indonesia