DXY rebound tertahan jelang rilis PCE dan GDP AS: sentimen risiko membaik namun arah dolar belum pasti

DXY rebound tertahan jelang rilis PCE dan GDP AS: sentimen risiko membaik namun arah dolar belum pasti

trading sekarang

DXY rebound tertahan menjelang data makro AS

Indeks dolar AS (DXY) memantul dari level terendah tiga minggu di sekitar 98,26, meski kemunculan rebound terbuka. Pemulihan itu didorong oleh nada yang lebih lunak dari Presiden AS terhadap Uni Eropa, yang menenangkan sentimen jual dolar sebelumnya. Pasar masih menimbang arah dolar menjelang rilis data ekonomi utama.

Level 99,00 tetap menjadi batas psikologis yang penting, karena belum ada dorongan lanjutan yang signifikan untuk menembusnya. Para pelaku pasar menahan posisi sambil menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data makro dan pernyataan kebijakan fiskal maupun moneter. Dengan likuiditas yang relatif tipis, pergerakan DXY berpotensi tetap berkedip di kisaran sempit.

Minat terhadap risiko yang lebih tinggi telah membantu mengurangi tekanan jual pada dolar, meski dinamika harga masih menunjukkan ketahanan terhadap pergerakan besar. Pelaku pasar fokus pada bagaimana sentimen global dan faktor geopolitik menimbang pendorong teknis di sekitar level utama. Secara keseluruhan, volatilitas DXY cenderung rendah menjelang data penting.

Fokus data ekonomi AS: PCE dan GDP sebagai penentu arah dolar

Pantauan utama pasar kali ini adalah rilis Indeks Harga PCE untuk bulan Oktober dan November. Angka ini akan menjadi sinyal penting mengenai tekanan inflasi yang kemungkinan masih berada di atas target 2% Federal Reserve. Investor menilai apakah inflasi tetap pada jalur yang lebih tinggi meskipun beberapa indikator harga telah melunak pada bulan-bulan sebelumnya.

BEA juga akan merilis angka final Produk Domestik Bruto kuartal ketiga, dengan proyeksi memperlihatkan pertumbuhan tahunan sekitar 4,3% dari laporan sebelumnya. Angka ini menunjukkan momentum ekonomi yang relatif kuat dan dapat memperkuat ekspektasi The Fed untuk mengubah jalur kebijakan di masa mendatang. Perhatikan bagaimana revisi terhadap data ini mempengaruhi ekspektasi pasar tentang kebijakan moneter.

Data tersebut nantinya akan dipadukan dengan gambaran inflasi dan pertumbuhan, sehingga para pelaku pasar dapat menilai risiko bagi aset berisiko maupun dolar itu sendiri. Jika inflasi tetap lebih tinggi dari target 2%, peluang untuk pengetatan kebijakan tetap ada, yang bisa menjaga dolar dalam tekanan, meski faktor lain seperti risiko global juga bermain. Secara garis besar, rilis data akan menjadi penentu utama arah dolar dalam beberapa sesi ke depan.

Outlook teknikal dan risiko pergerakan dolar

Dari sisi teknikal, pergerakan DXY menunjukkan tren konsolidasi dengan rentang sekitar 98,9 hingga 99,0, sejalan dengan minimnya kejutan data. Konsistensi dalam arah tren saat ini masih tergantung pada kejutan data makro yang akan dirilis. Investor mungkin mencari konfirmasi breakout atau penurunan melalui pergerakan harga berikutnya.

Rangka kebijakan dan dinamika geopolitik, termasuk perkembangan dari pernyataan mengenai kesepakatan di wilayah Arktik, menambah lapisan risiko bagi pergerakan dolar. Meskipun detail kesepakatan belum terungkap, narasi geopolitik tetap relevan untuk persepsi risiko global. Oleh karena itu, trader disarankan untuk memantau rilis data utama berikutnya sebagai sinyal utama arah pasangan terkait dolar.

Secara umum, arah dolar akan bergantung pada bagaimana data inflasi dan saat ini serta prospek pertumbuhan ekonomi mempengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed. Penguatan ada pada data kuat yang memperpanjang jalur pengetatan, sementara data lemah bisa menambah tekanan pada dolar. Dalam konteks ini, volatilitas dapat meningkat setelah rilis data akhirnya.

broker terbaik indonesia