BUY
101.100
102.000
100.500
DXY adalah indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Indeks ini sering dipakai sebagai tolok ukur likuiditas dan tekanan nilai tukar terhadap dolar. DXY bergantung pada pergerakan mata uang mitra dagang utama, terutama ketika volatilitas pasar meningkat.
Indeks ini dihitung oleh ICE Data Services menggunakan portofolio enam mata uang utama: euro, yen Jepang, pound sterling, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss. Komposisinya mengubah bagaimana tiap mata uang memberi kontribusi terhadap pergerakan DXY secara keseluruhan. Untuk trader, perubahan DXY sering menjadi sinyal bagi arah perdagangan dolar maupun aset terkait seperti emas dan minyak.
Pergerakan DXY dapat mengindikasikan perubahan sentiment global. Ketika dolar menguat, biasanya biaya pembiayaan global naik dan likuiditas dolar menambah tekanan pada pasar berisiko. Sebaliknya, kerap terjadi retracement ketika sentimen risk-on sedang meningkat.
Sentimen pasar memegang peran penting dalam arus modal menuju atau menjauh dari dolar. Pada saat risiko menurun, investor sering mencari aset berisiko menekan DXY turun. Sebaliknya, dalam suasana volatilitas tinggi, dolar cenderung terapresiasi sebagai saldo aman.
Bagi pembaca yang mencari analisa DXY hari ini, perhatikan keputusan kebijakan Federal Reserve dan data tenaga kerja terbaru. Keputusan atas suku bunga, langkah pengetatan neraca, dan pandangan terhadap inflasi akan memengaruhi ekspektasi pasar. Macam-macam indikator tersebut sering memicu geser arah DXY dalam perdagangan harian.
Harga imbal hasil US Treasury memegang peranan penting karena DXY berhubungan positif dengan yield jangka panjang. Ketika yield naik, dolar cenderung menguat karena durasi investasi yang lebih menarik. Faktor-faktor ini membuat dinamika DXY sangat berhubungan dengan pergerakan imbal hasil global.
Data ekonomi utama seperti CPI, NFP, dan pertumbuhan PDB menjadi pemicu utama pergerakan DXY. Rilis data yang mengejutkan bisa mengubah ekspektasi suku bunga dan arus modal ke dolar. Trader biasanya mengubah posisi saat angka-angka tersebut dirilis.
Geopolitik, neraca perdagangan, dan aliran modal internasional juga menjadi pemicu signifikan. Ketegangan regional atau perubahan kebijakan dagang dapat memicu lonjakan dolar jika investor menilai dolar sebagai aset pelindung nilai. Pergerakan DXY bisa mengikuti pola risk-off meskipun faktor fundamentalnya beragam.
Likuiditas pasar, jam perdagangan global, dan dinamika pasar berjangka juga berperan. Pelaku institusional sering menyesuaikan posisi dolar pada saat likuiditas tinggi, seperti sesi perdagangan Amerika. Perubahan tersebut dapat mempercepat tren DXY atau menyebabkan pembalikan singkat.
Cetro Trading Insight melaporkan bahwa US Dollar Index mengalami retrace dari level tertinggi dua bulan setelah pernyataan Presiden AS tentang pembatalan serangan terhadap Iran. Pe…
Read MoreData CPI Mei menunjukkan dinamika yang berbeda antara bagian headline dan inti. Headline CPI naik sekitar 0.5% secara bulanan, didorong oleh tekanan harga energi yang masih tinggi.…
Read MoreDolar AS mengalami penurunan tajam setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga bulan, lalu turun ke sekitar 99.60. Para pelaku pasar merealisasikan keuntungan setelah data PPI in…
Read MoreEURUSD berada dekat level dua bulan terendah setelah ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Pasar memperkirakan Deposit Facility Rate menjadi 2.25% sebagai langkah untuk m…
Read MoreIndeks dolar AS (DXY) tergelincir seiring meningkatnya ketidakpastian di kawasan Timur Tengah setelah serangan balasan terhadap Iran dan eskalasi militer yang mendesak stabilitas r…
Read MoreOCBC FX Strategist Sim Moh Siong mencatat dolar sedang mengkonsolidasi setelah kenaikan akibat payroll Mei yang kuat. Global FX menunjukkan perbedaan respons terhadap sinyal kebija…
Read MoreIndeks dolar AS (DXY) berbalik naik setelah sebelumnya mencoba melemah, berada di sekitar 99.93 pada penutupan saat ini. Level intraday rendah berada di 99.68 menunjukkan volatilit…
Read MorePeristiwa terbaru datang dari Israel, ketika militer menyatakan Home Front Command telah mengeluarkan peringatan dini setelah serangan dari Lebanon menuju Israel utara. Ketegangan…
Read MoreTD Securities mencatat bahwa rilis CPI inti AS yang lebih lemah dari ekspektasi memicu respons terbatas pada dolar. Data CPI headline May naik 0.5% secara bulanan, mendekati konsen…
Read MorePada Selasa sesi Eropa, juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan keras kepada penduduk Tyre untuk segera mengungsi. Menurut laporan The Gu…
Read More